BRI Syariah Ganti Nama, BRI Agro Bakal Jadi Bank Digital

0
579
BRI Agro.
BRI Agro.

JAKARTA, Nawacita – Pengembangan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus berproses. Di sektor perbankan, BRI memiliki dua anak usaha, yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk.

Saat ini, rencana merger bank syariah BUMN yang melibatkan BRI Syariah, bersama Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah kian dimatangkan. Seperti diketahui, BRIS bakal menjadi surviving entity dan ditargetkan proses merger rampung pada Februari 2021.

Nama baru bank hasil merger pun telah ditetapkan, yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk., bukan Bank Amanah yang selama ini diperkirakan. Nama ini akan digunakan secara efektif oleh Bank BRIsyariah selaku bank yang menerima penggabungan. Perubahan nama tersebut juga diikuti dengan pergantian logo.

Baca Juga: Direktur Utama BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai Best CEO of The Year

Adapun, kantor pusat Bank Hasil Penggabungan akan berada di Jl. Abdul Muis No. 2-4, Jakarta Pusat, yang sebelumnya merupakan kantor pusat BRIS. Bank Hasil Penggabungan akan melakukan kegiatan usaha pasca merger di kantor pusat, cabang, dan unit existing yang sebelumnya dimiliki BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah.

Bank hasil merger memiliki visi menjadi Top 10 bank syariah terbesar di dunia dalam 5 tahun ke depan dan sebagai Top 10 bank terbesar di Indonesia.

Untuk BRI Agroniaga, Direktur Utama BRI Sunarso sebelumnya menyatakan membuka peluang untuk mengkonversi menjadi bank digital pada Juli 2020 atau sebelum rencana merger bank syariah BUMN diumumkan.

Kala itu, Sunarso menyebut BRI Syariah tidak mungkin dijadikan bank digital, sehingga BRI Agro yang memungkinkan untuk dikonversi. Meski begitu, perseroan saat ini telah terlibat dalam industri digital melalui anak usaha, PT BRI Ventura Investama (BRI Ventura).

Baca Juga: BRI Salurkan Kredit Rp935 Triliun, Khususnya untuk UMKM

Dia menyampaikan BRI Ventura merupakan anak usaha yang saat ini telah banyak berkolaborasi dengan start up maupun fintech. “Apakah nanti dibutuhkan khusus untuk menjadi bank digital? Kami tinggal konversi. BRI Syariah tidak mungkin, tetapi BRI Agro sangat mungkin,” katanya dalam diskusi online, Kamis (23/7/2020).

Pada ulang tahun ke-31, BRI Agro meluncurkan tiga produk digital, yakni BRI Agro Digital, BRI Agro Smart Village dan BRI Agro Digital Learning. Hal ini dilaksanakan dalam rangka mempercepat implementasi digital.

Adapun, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo pada September lalu mengatakan perseroan akan mendukung AGRO untuk tumbuh ke arah digital lending. Hal ini telah dimulai dengan diluncurkannya aplikasi Pinang pada awal tahun lalu.

Adanya aplikasi ini bisa mengatasi dan meningkatkan daya saing perseroan dengan fintech yang ada. Apalagi dengan suku bunga yang lebih murah dan kemampuan menguasai simpanan masyarakat. Fokus pembiayaan agribisnis tetap dijaga melihat potensinya yang masih ada.

bsnws.

LEAVE A REPLY