Polri Gelar Operasi Zebra se-Indonesia Hari Ini

0
91
Polri Gelar Operasi Zebra se-Indonesia.
Polri Gelar Operasi Zebra se-Indonesia.

JAKARTA, Nawacita – Jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di seluruh Indonesia menggelar operasi Zebra tahun 2020 serentak, untuk pengendara di jalan raya. Kegiatan ini berlangsung sejak hari ini Senin (26/10/2020) hingga 8 November 2020.

Operasi Zebra 2020 bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat, dalam berlalu lintas di tengah Pandemi Covid-19 atau virus corona. Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan lebih banyak melakukan tindakan pre-emtif dan preventif. Hal itu dilakukan guna membangun kesadaran masyarakat dalam berkendara yang aman.

“Untuk operasi kali ini kita lebih banyak tentang sosialisasi, dan dikmas lantas atau pendidikan masyarakat lalu lintas, daripada penegakan hukum,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Baca Juga: DPR Menilai Anggaran Polri Tahun 2021 Rasional

Namun, penindakan tentunya tetap ada. Apalagi bagi para pengendara yang membahayakan pengendara lain. Sambodo menjelaskan, ada tiga jenis pelanggaran yang jadi sasaran utama dalam pelanggaran itu. Sanksi bagi pelanggar nantinya mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kemudian untuk sanksi tindak, akan kita berikan kepada para pengendara yang melanggar seperti, melawan arus lalu lintas, pelanggaran stop line, dan helm,” ujar Sambodo.

Pengemudi yang tidak menaati peraturan berkendara bakal ditindak. Untuk itu, para pengendara khususnya roda dua harus melengkapi persyaratan atau perlengkapan berkendara.

Baca Juga: Wakapolri Berencana Berdayakan Preman Untuk Awasi Protokol Kesehatan di Pasar

“Tak harus saat operasi zebra saja sebenarnya. Pengendara motor sudah harus wajib menggunakan peralatan berkendara secara lengkap,” ujar pengamat otomotif dan instruktur keselamatan berkendaraan, Jusri Pulubuhu. Menurut dia, perlengkapan berkendara yang wajib dibawa atau dipakai, antara lain (Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), helm dan masker.

“STNK, SIM dan helm wajib dibawa dan dipakai saat mengendarai motor. Sementara masker karena kita masih dalam kondisi pandemi. Peralatan lainnya adalah jaket, sarung tangan dan sepatu lebih baik dipakai,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan agar pajak kendaraan bermotor selalu diperhatikan. Jangan sampai pajak belum dibayarkan atau pelat nomor sudah mati. “Kalau pelat nomor sudah mati tahunnya, jangan dipakai lagi. Bisa-bisa dianggap polisi sebagai motor bodong atau curian,” tutup dia.

oknws.

LEAVE A REPLY