Menteri Erick Diminta Prioritaskan BUMN ke Pangan, Energi dan Kesehatan

0
115
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

JAKARTA, Nawacita – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir disarankan untuk memprioritaskan kontribusi perseroan plat merah di sektor ketahanan pangan, energi, dan kesehatan nasional. Prioritas itu bisa direalisasikan dalam periodisasi kerja BUMN di tahun 2021 mendatang. Di sektor pangan, BUMN dinilai menjadi off taker bagi komoditas pertanian untuk menjamin ketersediaan stok pangan nasional dan menyerap produk pertanian dari petani nasional.

Saran itu disampaikan pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto saat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin memasuki usia satu tahun. Selain tiga sektor tersebut, Toto juga menilai, Kementerian BUMN perlu melakukan penguatan kelembagaan dan restrukturisasi bagi sejumlah perseroan negara.

“Di tahun 2021 diharapkan penguatan kelembagaan dan governance BUMN bisa lebih ditingkatkan. Kontribusi BUMN dalam ketahanan pangan, energi, dan kesehatan nasional lebih diprioritaskan,” ujar Toto saat dihubungi, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Khusus untuk restrukturisasi BUMN, Erick telah melakukan upaya pragmatis dalam adjustment atau menyesuaikan strategi untuk peningkatan nilai (value) BUMN dengan model subholding dan klasterisasi.
Baca Juga: Menteri Erick Bakal Temui Wapres Bahas Vaksin Halal

Paling tidak, sepanjang cita-cita ideal untuk masuk ke tahap superholding belum bisa direalisasikan, maka penguatan sinergi BUMN pada setiap sektor holding dan kerja sama hulu ke hilir berbasis value chain (rantai pasok) sudah diimplementasikan lebih dulu.

“Paling tidak sudah ada beberapa klaster BUMN yang sudah dibentuk, seperti klaster manufaktur, energi, pangan, serta klaster kesehatan,” kata dia. Berdasarkan catatan MNC Media, dalam konsep subholding, Wamen BUMN I Budi Gunadi Sadikin membina enam klaster yaitu klaster industri migas dan energi (PLN, Pertamina, PGN), klaster Industri Minerba (KS dan Inalum).

Kemudian klaster industri perkebunan dan kehutanan (PTPN dan Inhutani), Klaster Industri Pupuk dan Pangan (Berdikari dan Perinus). Klaster industri farmasi dan kesehatan (Bio Farma, Kimia Farma, Indo Farma, dan Petra Medika), dan terakhir klaster industri pertahanan, manufaktur, dan Industri lainnya.

Enam klaster lainnya dibina oleh Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo yakni, klaster jasa keuangan (PNM, Danareksa, dan Pegadaian). Klaster Jasa Asuransi dan Dana Pensiun (Asabri, Taspen, Jasindo, Jasa Raharja, Askrindo, dan Jamkrindo). Lalu, klaster Telekomunikasi dan Media (Telkom dan LKBN Antara), klaster pembangunan infrastruktur (Waskita Karya, Semen Gresik, dan lain-lain).

Toto menyebut, langkah-langkah restrukturisasi BUMN tersebut, mampu menekan beban struktural masa lalu. Bahkan, dapat menahan laju dampak negatif akibat pandemi Covid-19. Karena itu, dia menyarankan, agar langkah konkrit dari klasterisasi bisa lebih cepat diimplementasikan dengan cara-cara yang transparan dan efisien.
Baca Juga: Tiga Bank Syariah Dimerger, Menteri Erick: Solid dan Kaliber Global

Catatan lain bagi Erick Thohir adalah peran BUMN dalam Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Perseroan plat merah diharapkan bisa mengambil inisiatif sebagai pionir dalam program reaktivasi ekonomi. Di mana, perseroan bisa mengoptimalkan fungsi agent of development-nya sehingga aktivitas ekonomi bisa bangkit.

“Misal alokasi PEN ke Askrindo atau Jamkrindo buat peningkatan size penjaminan terutama segmen UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Atau alokasi di Hutama Karya buat program padat karya pelaksanaan konstruksi jalan tol Sumatera. Jadi model seperti ini diharapkan bisa tumbuhkan multiplier effect yang besar,” katanya.

Selama satu tahun kinerja Menteri BUMN, lanjut Toto, ada beberapa point dan langkah progresis yang sudah dihasilkan Erick Thohir. Catatan positif itu di antaranya, upaya penguatan daya saing BUMN menjadi pemain global melalui akuisisi strategis seperti MIND ID. Di mana, holding pertambangan itu mengambil alih 20% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Perusahaan negara tersebut sebelumnya telah mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

“Langkah lainnya adalah penguatan hilirisasi dalam rangka peningkatan added value domestik. Kemudian, BUMN Going global lebih diintensifkan dengan kerja sama KBRI atau upaya langsung roadshow menjalin aliansi strategis BUMN dg world class player seperti Biofarma dengan Sinovac,” ujar Toto.

sdnws.

LEAVE A REPLY