KKN Dikala Pandemi, Mahasiswa UNESA Usung Program Kemanusiaan di Desa Ngaresrejo

0
112
Pembukaan KKN Sidoarjo 3 Gelombang 4 di Balai Desa Ngaresrejo. (Sumber Foto: Dok. Pribadi KKN UNESA 3A)

SIDOARJO, Nawacita Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi salah satu kampus yang tetap melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tengah pandemi COVID-19 tahun ini. Pandemi ini membuat UNESA harus merancang ulang program KKN-nya, agar pelaksanaannya tetap aman bagi mahasiswa dan masyarakat desa di lokasi KKN. Dengan mengusung tema “Membangun Desa di Masa Pandemi COVID-19”, UNESA menetapkan empat kategori utama program KKN yang bisa dipilih oleh para mahasiswa. Keempat kategori tersebut yakni kemanusiaan, kewirausahaan, proyek di desa, dan mengajar di desa.

KKN UNESA pada tahun 2020 ini dilakukan secara tematik dan berkelanjutan, dimana mahasiswa KKN gelombang empat akan melanjutkan program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN gelombang tiga. Hal ini bertujuan agar program yang telah terlaksana dapat dilanjutkan dan dikembangkan lagi oleh mahasiswa gelombang berikutnya. Begitu juga halnya dengan mahasiswa KKN Kelompok Sidoarjo 3 Gelombang 4 yang melaksanakan KKN di Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

Mahasiswa KKN Sidoarjo 3 yang memiliki slogan “Adhigana Sahwahita” ini, melaksanakan KKN gelombang empat pada 1-31 Agustus 2020. Sesuai dengan ketentuan dari kampus, mereka juga melanjutkan program KKN Kelompok Sidoarjo 3 Gelombang 3, yang sebelumnya juga dilaksanakan di Desa Ngaresrejo. Dari empat kategori program KKN yang ada, mereka memilih untuk menjalankan program kemanusiaan, karena sesuai dengan tema yang diangkat oleh mahasiswa KKN Sidoarjo 3 yaitu langkah preventif dan kuratif, yang mana langkah tersebut bertujuan untuk mempertahankan zona hijau di Desa Ngaresrejo.

Pembagian hand sanitizer di acara jamaiyah Dusun Patar Lor.
(Sumber Foto: Dok. Pribadi KKN UNESA SDA 3A)

Melalui program kemanusiaan, mahasiswa KKN Sidoarjo 3 membuat beberapa program kerja utama yaitu, sosialisasi pembuatan hand sanitizer, pembagian masker dan hand sanitizer, senam aerobik untuk meningkatkan imunitas tubuh, penyemprotan disinfektan, dan penempelan poster di tempat-tempat ramai. “Salah satu anggota kami berasal dari jurusan Kimia yang tentunya paham langkah-langkah pembuatan hand sanitizer, maka kami berinisiatif mengadakan sosialisasi pembuatan hand sanitizer“, terang Taufiqur Rohman, selaku Ketua Pelaksana KKN Sidoarjo 3. Mereka juga membagikan masker dan hand sanitizer di akhir acara sosialisasi dan di berbagai kegiatan lainnya. Poster edukasi COVID-19 yang mereka buat mengusung tema langkah mencuci tangan dan new normal starter kit, yang ditempelkan di tempat-tempat ramai seperti masjid dan warung.

Meskipun fokus pada program kemanusiaan, mereka juga melaksanakan program kewirausahaan dan mengajar di desa sebagai program tambahan. Program-program tersebut dilaksanakan sebanyak tiga hari dalam seminggu. KKN tidak dilaksanakan setiap hari atau seminggu penuh untuk meminimalisir frekuensi pertemuan antara warga desa dan mahasiswa yang berasal dari desa yang berbeda-beda pula, jadi pelaksanaan KKN bisa tetap aman selama sebulan penuh.

Mahasiswa KKN Sidoarjo 3 menyadari bahwa dalam kondisi pandemi ini, para siswa belajar tanpa adanya pendampingan dari guru secara langsung. Hal ini membuat mereka memutuskan untuk membantu para siswa SD-SMP yang kesulitan belajar. Ditambah lagi latar belakang kampus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang memiliki beberapa tahap seleksi pendaftaran untuk lolos sebagai mahasiswa, membuat mahasiswa UNESA tidak diragukan lagi terkait bekal ilmu yang digunakan untuk membantu para siswa.

Program kerja mengajar di desa. (Sumber Foto: Dok. Pribadi KKN UNESA SDA 3A)

Zhindy Armandani, sebagai Koordinator Sie Acara menjelaskan, mereka memilih untuk mendampingi siswa SD-SMP karena pelajaran yang lebih mudah dan terbatasnya jumlah SDM. “Warga Desa Ngaresrejo sangat antusias dengan adanya program mengajar di desa ini. Para siswa merasa senang karena ada yang mendampingi mereka mengerjakan tugas-tugas sekolahnya dan terbantu dengan penjelasan kami terkait pelajaran yang tidak mereka pahami selama sekolah daring. Dari sisi orang tua juga merespon baik, khususnya mereka yang belum bisa memfasilitasi anaknya untuk les tambahan di luar sekolah. Kami juga memberikan hadiah menarik di setiap akhir pembelajaran, yaitu snack bagi seluruh siswa dan sedikit uang bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaan”, jelas Zhindy. Mahasiswa Matematika UNESA tersebut juga mengaku mengalami beberapa kendala selama program mengajar, seperti banyak siswa yang grade-nya tidak sama, beberapa siswa yang seringkali mengganggu siswa lainnya sehingga memengaruhi suasana belajar menjadi kurang kondusif, dan pelaksanaan di malam hari membuat beberapa mahasiswa KKN yang jarak rumahnya jauh harus berkorban lebih namun tidak menyurutkan semangat dan niat mereka dalam menjalankan program ini.

Program sosialisasi UMKM Batik Tulis. (Sumber Foto: Dok. Pribadi KKN UNESA 3A)

Sedangkan untuk program sosialisasi UMKM sendiri, mereka tetap mengusahakan agar tidak banyak massa yang berkumpul. Taufiq mengatakan, “Kami lakukan sosialisasi UMKM secara door-to-door dengan memberangkatkan perwakilan anggota kami untuk meminimalisir jumlah orang yang berkumpul. Jadi kami mendatangi pelaku UMKM Batik Tulis, yang memiliki karyawan sebanyak 30 orang”. Mahasiswa Ekonomi Islam tersebut juga menerangkan bahwa, mahasiswa KKN dan pelaku UMKM melakukan sharing terkait kendala yang dialami, kemudian mereka memberikan saran kepada pelaku UMKM. Pelaku UMKM pun menerima dengan baik kedatangan mahasiswa KKN, mereka sangat terbuka sehingga kegiatan sosialisasi menjadi lebih lancar.

Mahasiswa KKN UNESA berpartisipasi dalam acara tasyakuran HUT ke-75 RI di RW 02.
(Sumber Foto: Dok. Pribadi KKN UNESA 3A)

Selain program-program di atas, mahasiswa KKN Sidoarjo 3 juga turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan warga Desa Ngaresrejo, yaitu kerja bakti, menghadiri acara jamaiyah dan tasyakuran HUT ke-75 RI, dan mengikuti lomba 17-an, serta membantu perangkat desa untuk melakukan survei warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Mereka juga memberikan kenang-kenangan bagi Desa Ngaresrejo pada pekan terakhir pelaksanaan KKN, yaitu tong sampah untuk setiap RT, serta ikan hias dan tanaman gantung untuk Balai Desa Ngaresrejo.

Pada saat penutupan KKN, Yeni, selaku Sekretaris Desa mengungkapkan, “Saya berterima kasih kepada teman-teman KKN UNESA yang telah berada di Desa Ngaresrejo selama sebulan ini. Teman-teman semua sudah berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan KKN”. Begitu juga dengan Jannah, selaku Sekretaris BPD yang turut memaparkan bahwa, meskipun program KKN tidak dapat dilaksanakan secara satu bulan penuh, namun seluruh program kerja yang dibuat oleh mahasiswa UNESA sangat jelas dan bermanfaat bagi masyarakat. “Salah satunya seperti saat kerja bakti, saya lihat semuanya kompak dan aktif”, pungkasnya.

Selama satu bulan KKN di Desa Ngaresrejo, mahasiswa UNESA mendapatkan respon sangat baik dari masyarakat. “Mereka menerima kami sebagai mahasiswa KKN dengan sangat terbuka. Masyarakat juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan kami seperti senam aerobik, dan begitu juga sebaliknya”, ujar Taufiq. “Untuk kendala selama KKN ini, kami harus melakukan sesuatu secara maksimal dengan keadaan yang minimal, misalnya kami tidak bisa menginap seperti KKN Reguler pada umumnya dan kegiatannya pun terbatas, mengingat kondisi pandemi ini”, tambahnya. Taufiq mewakili teman-teman sekelompoknya, berharap supaya masyarakat Desa Ngaresrejo tetap menjaga protokol kesehatan, dan mempertahankan zona hijau di sana, serta masyarakat bisa pulih di era new normal ini.

LEAVE A REPLY