Puluhan Pelajar SMP Serbu Polsek Rajapolah Tasikmalaya

0
106
Puluhan Pelajar SMP Serbu Polsek Rajapolah Tasikmalaya.
Puluhan Pelajar SMP Serbu Polsek Rajapolah Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, Nawacita – Puluhan siswa SMP di Tasikmalaya, Jawa Barat beramai-ramai mendatangi Polsek Rajapolah didampingi sejumlah guru. Kedatangan mereka untuk melaksanakan kegiatan belajar secara daring. Mereka memanfaatkan fasilitas WiFi gratis yang diberikan Polsek Rajapolah. Bantuan ini untuk meringankan beban orangtua siswa dalam membeli kuota untuk belajar daring.

Inovasi tersebut disambut baik oleh para guru dan siswa SMPN 2 Rajapolah. Sebab pandemi COVID-19 yang masih terjadi di Tasikmalaya membuat para pelajar masih harus melakukan belajar daring atau jarak jauh untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona.

Belajar secara daring yang harus dilakukan ini tentunya mengharuskan para pelajar untuk membeli kuota, dan tidak semua siswa merupakan siswa yang berasal dari keluarga mampu. Bagi yang kesulitan untuk membeli kuota, maka bisa mencontoh cara seperti yang dilakukan oleh puluhan siswa SMPN 2 Rajapolah yang menyerbu Polsek Rajapolah untuk melaksanakan belajar secara daring bersama para gurunya. Sebelum melaksanakan pembelajaran daring, para siswa terlebih dahulu dicek suhu tubuh, mencuci tangan dan dipastikan menggunakan masker.

Baca Juga: Pembukaan Sekolah Rentan Untuk Guru-Orang Tua Siswa

Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Anom Karibianto mengatakan, jaringan internet ini disediakan untuk para siswa agar tetap dapat belajar, meski dalam kondisi terdampak COVID-19. “Penyediaan jaringan WiFi internet gratis ini merupakan tindak lanjut hasil patroli polisi yang masih banyak menemukan siswa terhambat pembelajarannya karena tidak memiliki jaringan internet atau kuota,” katanya, Selasa (25/8/2020).

Anom menambahkan, Polresta akan mendorong seluruh kapolsek di Tasikmalaya agar bisa menyediakan jaringan internet gratis ini agar bisa membatu dalam pelaksanaan pembelajaran daring. “Dan tentu saja bisa dilakukan juga dengan bekerjasama dengan pihak ketiga,” sebutnya.
Baca Juga: Standar Protokol Kesehatan Sekolah, KPAI: Harus Ada Wastafel di Setiap Kelas

Sementara itu, guru SMPN 2 Rajapolah, Eti Ernawati mengatakan, adanya jaringan internet gratis ini cukup membantu siswa dalam proses pembelajaran. “Apalagi selama ini banyak siswa yang terkendala pembelajaran daringnya karena tidak memiliki kuota internet,” sebutnya.

Eti menambahkan, banyak orang tua siswa yang mengeluh karena tidak memiliki kuota untuk anaknya belajar daring. Sehingga proses belajar siswa terganggu dan bahkan sering siswa tidak mengerjakan tugas. “Dengan bantuan ini kami berharap siswa tidak terputus pembelajarannya,” ujarnya.

Sementara, salah satu siswa SMPN 2 Rajapolah, Asep Nanang Saputra menyatakan bahwa setiap minggu harus membeli kuota internet sebesar Rp15.000 agar bisa belajar daring. WiFi internet gratis ini kedepannya akan digunakan secara bergiliran oleh sekolah sekolah yang ada di wilayah hukum Polsek Rajapolah dan bisa digunakan setiap hari.

sdnws.

LEAVE A REPLY