Bank Dunia Beri Pinjaman Rp1.071 Triliun ke Negara Terdampak Covid-19

0
92
Bank Dunia Beri Pinjaman Rp1.071 Triliun ke Negara Terdampak Covid-19.
Bank Dunia Beri Pinjaman Rp1.071 Triliun ke Negara Terdampak Covid-19.

JAKARTA, Nawacita – Komitmen Grup Bank Dunia untuk membantu negara-negara mencapai hasil pembangunan yang lebih baik dan mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi dari penyakit virus corona (Covid-19)

Saat ini, Bank Dunia melaporkan total pinjaman yang diberikan kepada negara-negara terdampak Covid-19 hingga saat ini mencapai USD73,4 miliar atau sekitar Rp1.071 triliun (kurs Rp 14.600 per USD). Anggaran ini naik 23% lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan level tertinggi dalam sebuah dekade.

Grup Bank Dunia meliputi empat lembaga internasional kelompok Bank Dunia, yakni International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), yang memberikan pinjaman kepada negara-negara berpendapatan menengah; International Development Association (IDA) untuk membantu negara termiskin di dunia.

Baca Juga: Luhut ke Bank Dunia, Indonesia Siapkan Rp720 T untuk Tangani Covid-19

Ada juga International Finance Corporation (IFC) yang merupakan unit sektor swasta; serta Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), membantu mendorong investasi asing langsung masuk ke negara-negara berkembang yang terdampak pandemi.

Presiden Grup Bank Dunia David Malpass mengatakan, dana bantuan ini untuk negara-negara berkembang yang menghadapi krisis kesehatan, sosial dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengancam kemajuan pembangunan selama beberapa dekade dan mendorong jutaan orang ke dalam kemiskinan. Adapun, misi Kelompok Bank Dunia menjadi mendesak seperti sebelumnya.

Baca Juga: 8 Kesepakatan dari Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia

“Empat rangkaian laporan keuangan hingga akhir 2020 yang dikeluarkan hari ini menunjukkan bahwa Grup Bank Dunia memiliki alat dan kekuatan finansial untuk membantu mendukung negara-negara dalam upaya mereka memperkuat sistem perawatan kesehatan, melindungi rumah tangga termiskin, memelihara fondasi ekonomi, memerangi ketidaksetaraan, dan membangun pemulihan yang tangguh dan berkelanjutan, ” kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (13/8/2020).

Dia melanjutkan dalam meningkatkan hasil pertumbuhan dan pembangunan, Bank Dunia terus meningkatkan fokusnya pada program negara. Adapun, penataan kembali operasional Bank menempatkan pembangunan yang didorong oleh negara sebagai pusat penyampaian program, sambil memperkuat kepemimpinan pemikiran dalam masalah-masalah pembangunan.

” Kami terus berupaya untuk meningkatkan dukungan kami ke negara-negara berpenghasilan rendah dan untuk mengalihkan sumber daya ke negara-negara yang menderita kerentanan, konflik dan kekerasan,” katanya.

oknws.

LEAVE A REPLY