Kisah Sukses Nabi Muhammad SAW Berbisnis Sejak Kecil

0
430
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita – Nabi Muhammad SAW sewaktu kecil adalah seorang yatim. Ayahnya Abdullah, meninggal dunia ketika Beliau lahir. Rasulullah hanya bisa menikmati kasih sayang seorang Ibu tak seberapa lama. Sebab, Aminah sang Ibu juga meninggal ketika Nabi berusia 6 tahun.

Ketiadaan orangtua dalam kehidupan beliau membuat Nabi Muhammad kecil mau tak mau menjadi orang yang mandiri. Inilah cara Allah SWT untuk mendidik Nabi menjadi pribadi yang tidak suka bergantung pada kemurahan hati orang lain.

Maka, meski tak mendapatkan kasih sayang laiknya anak-anak lain, Nabi Muhammad tetap tegar dan menjalani hidup dengan baik. Sebab, cinta Allah SWT adalah yang paling agung di antara cinta makhluk manapun di dunia ini. Berikut ini jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, seperti dikutip dari Buku Bisnis Rasulullah, Malahayati S Psi, Great Publisher, Jakarta, Senin (6/5/2019).

8 Tahun
Perkenalan Nabi Muhammad SAW (sebagai anak yatim dan piatu) pada dunia bisnis pertama kalinya saat dia menggembala kambing. Baginda Rasul mendapat upah beberapa qiraat dari penduduk Makkah.

Baca Juga: Terbukti Bermanfaat, 9 Kebiasaan Nabi Muhammad SAW

12 Tahun
Nabi mulai belajar berdagang bersama pamannya Abu Thalib ke Negeri Syiam untuk berdagang. Perjalan bisnis pertama : Syiria, Jordan dan Lebanon.

17-20 Tahun
Nabi Muhammad bersaing dengan pemain bisnis senior tingkat regional. Mitra-mitra kerja Nabi mengaku Beliau matang dalam perhitungan, jujur dan profesional. Nabi Muhammad mendapat kepercayaan konglomerat Makkah, Khadijah, untuk menjalin kerja sama bisnis sebagai manajer bisnis.

Gaji yang diterima Nabi Muhammad kala itu 4 ekor unta setiap bulan. Misi dagang Nabi Muhammad menyusuri jalur dagang utama, antara lain Yaman, Syam melalui Madyan, Wadil Qura. Keuntungan yang didapat lebih besar dari kelompok dagang lain.

Baca Juga: Pandangan Ilmuwan Barat Terhadap Nabi Muhammad

Perjalanan waktu menunjukkan, Nabi menjalankan kontrak syirkah (kerja sama) dengan sistem upah maupun bagi hasil (mudharabah) dengan Khadijah.

Nilai – Nilai Bisnis Nabi Muhammad SAW

1. Shiddiq : Benar. Tak pernah menyembunyikan barang dagangan yang cacat.

2. Amanah : Terpercaya baik dari pemilik barang maupun pelanggan.

3. Fathanah : Cerdas. Pandai menghasilkan dan melihat peluang keuntungan tanpa menipu

4. Tabligh : Menyampaikan. Memiliki kemampuan negosiasi, membangun komunikasi dan reputasi yang baik.

oknws.

LEAVE A REPLY