Tidak Ada Reschedule Untuk Peserta UTBK yang Reaktif Pada Gelombang 2

0
1038

Surabaya, Nawacita – Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahap 2 akan dilakukan pada 30 Juli sampai 2 Agrustus mendatang. Berbagai aturan protokol kesehatan juga telah disiapkan. Termasuk peserta yang terkendala dengan hasil reaktif rapid tes.

Ketua Panitia UTBK Prof. Junaedi Khatib mengatakan bahwa pada ujian gelombang 2, peserta yang masih dinyatakan reaktif dari rapid tes tidak bisa melakukan pemindahan jadwal ujian. Sebab, UTBK hanya dilakukan sampai gelombang 2 saja.

“Jadi di gelombang 2 ini sedikit berbeda ya. Kalau di gelombang pertama peserta yang reaktif bisa melakukan rescheduling jadwal, lalu ikut di gelombang 2,” ujarnya.

Lanjutnya, ada 261 peserta gelombang pertama yang melakukan reschedule jadwal. 99 persen diantaranya dinyatakan reaktif pada saat melakukan rapid tes di Universitas Airlangga (Unair). Sedangkan 1 diantaranya sudah dinyatakan positif Covid-19.

“Reschedule bisa dilakukan pada gelombang pertama saja. Kita sudah mengusahakan agar para peserta gelombang pertama tidak kecewa karena reaktif. Kami berusaha agar mimpi mereka terus berjalan,” terangnya.

Sedangkan untuk peserta gelombang kedua, Junaedi mengatakan akan ada 12.040 peserta. Namun bila diantaranya masih ada yang reaktif saat rapid tes, maka terpaksa tidak bisa mengikuti ujian.

“12.040 itu sudah termasuk peserta reschedule. Namun kalau ada lagi yang reaktif saat gelombang kedua. Terpaksa tidak bisa ikut ujian. Saya pikir oseharusnya para peserta sudah bisa mengisolasi diri lah. Kan sudah 14 hari jarak dari gelombang 1 dan gelombang 2,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY