Mengingat Riwayat Reshuffle Kabinet Jokowi

0
90
Foto: Kabinet Indonesia Maju
Foto: Kabinet Indonesia Maju

Jakarta, Nawacita – Isu reshuffle kabinet terus dibicarakan usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kejengkelan terhadap kerja para menterinya. Jokowi memang sudah mengancam soal reshuffle, tapi soal momentumnya masih belum pasti. Yang jelas, biasanya reshuffle kabinet terjadi pada hari Rabu.

Entah kebetulan entah tidak, empat kali reshuffle kabinet Presiden Jokowi dilaksanakan pada hari Rabu semua. Dua kali reshuffle dilakukan pada Rabu Pon, dua kali sisanya dilakukan pada Rabu Pahing menurut kalender Jawa.

Mantan Wali Kota Surakarta dan Gubernur Jakarta itu dilantik menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2014. Kabinet perdananya sudah mulai dikocok ulang saat pemerintahan belum genap berusia setahun. Pertimbangannya adalah kebutuhan pemerintahan.

“Masalah reshuffle untuk menjawab kebutuhan, bukan parpol ingin merapat atau tidak,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, 8 Juni 2015.

Saat itu, kabinet Jokowi dinilai pengamat terkesan lelet kerja. Benar saja, Jokowi menjalankan reshuffle jilid I, puncak reshuffle adalah pelantikan para menteri pada Rabu (Pon), 12 Agustus 2015.

Saat itu, Luhut Pandjaitan, yang semula Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno. Ada nama yang cukup bikin heboh saat itu, yakni Rizal Ramli, yang merupakan Menko Perekonomian era Gus Dur, menjadi Menko Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo. Jokowi sengaja me-reshuffle kabinetnya karena ingin menteri yang bekerja keras.

“Mau berkeringat, membanting tulang untuk membangun bangsa. Bagi saya, perombakan kabinet kerja adalah jembatan terbaik untuk memenuhi janji saya kepada rakyat untuk memenuhi kesejahteraan mereka,” kata Jokowi dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-70 Kemerdekaan RI di depan sidang bersama DPR-DPD, kompleks parlemen, dua hari setelah pelantikan menteri-menteri hasil reshuffle itu.

Sepekan sebelum reshuffle, Jokowi meminta para menteri standby di Ibu Kota. Sehari sebelum reshuffle, Jokowi memanggil Wakil Presiden RI saat itu, Jusuf Kalla, ke Istana Merdeka. Benar saja, pada 27 Juli 2016, Jokowi merombak kabinetnya.

“Saya berusaha maksimal agar Kabinet Kerja bisa bekerja lebih cepat, dalam tim yang solid dan saling mendukung,” jelas Jokowi saat mengumumkan 12 nama menteri dan Kepala BKPM yang diganti, di teras belakang Istana Merdeka yang menghadap gedung Istana Negera.

Anies Baswedan, yang saat itu merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kena reshuffle dan meninggalkan kabinet. Dia digantikan Muhadjir Effendy. Luhut Pandjaitan kena reshuffle, tapi tetap di pemerintahan, dari yang semula Menko Polhukam menjadi Menko Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli. Sri Mulyani Indrawati masuk kabinet sebagai Menteri Keuangan.

Kabinet hasil Reshuffle Jilid II ini pun dirombak lagi setelah berusia dua tahun. Reshuffle Jilid II bertepatan dengan tahun politik Pilkada 2018. Embusan kabar reshuffle menguat setelah ada surat pengunduran diri yang diajukan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, yang hendak maju sebagai calon gubernur untuk Pilkada Jawa Timur 2018.

Benar saja, 17 Januari 2018, Jokowi melantik menteri baru. Momentum reshuffle Kabinet Jilid III ini bertepatan dengan Rabu (Pahing).

Khofifah mundur digantikan nama Idrus Marham, yang merupakan politikus Partai Golkar. Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Moledoko menggantikan Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Reshuffle berlanjut tak sampai setahun sesudahnya, tepatnya Rabu (Pahing), 15 Agustus 2018. Saat itu, politik Pilpres sudah semakin panas. Ada satu menteri di kabinet Jokowi yang berasal dari PAN, Asman Abnur, selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Saat itu, PAN bukan pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Asman Abnur mundur dari jabatannya. Penggantinya adalah Komjen Syafruddin. Jokowi memberikan pesan dan arahan khusus kepada Syafruddin.

“Menyelesaikan semua program dan target yang sudah direncanakan MenPAN yang lama. Saya tinggal menyelesaikan. Perekrutan PNS dituntaskan,” ujar Syafruddin seusai pelantikan di Istana Negara, 15 Agustus 2018.

Hanya beberapa hari berselang, KPK menetapkan Mensos Idrus Marham sebagai tersangka dalam kasus korupsi PLTU Riau-1. Agus Gumiwang Kartasasmita ditunjuk menggantikan koleganya di Partai Golkar itu, dilantik pada 24 Agustus 2018, hari Jumat (Legi), bukan Rabu.

Detik.com

LEAVE A REPLY