Mengenal Rapid Test, Biayanya Hingga Lokasi Tes Covid-19

0
384
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, Nawacita – Semakin banyak tes virus corona yang dilakukan di suatu daerah, maka akan semakin ketahuan seberapa banyak orang yang terpapar Covid-19. Ada beberapa cara untuk melakukan tes Covid-19.

Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Prof. drh. Wiku Adisasmito, MSc. Ph.D. mengatakan pengujian bisa dimulai dengan tes laboratorium dan darah atau rontgen di rumah sakit. Ada alternatif lain yang lebih cepat dan paling sering digunakan saat ini. Salah satunya adalah melakukan skrining menggunakan Rapid Test (RT).

Pemeriksaan RT untuk Covid-19 ini terbagi menjadi dua jenis. “Untuk Covid-19 ada dua jenis RT. Satu untuk mengukur antibodi dan satu lagi untuk mengukur antigennya. Tapi hampir semua RT yang digunakan untuk mengukur antibodi,” terang drh. Wiku dalam siaran langsung Covid-19 di kantor Graha BNPB.

Dokter Wiku menjelaskan fungsi RT antibodi sangat efektif dipakai kalau dalam tubuh sudah ada antibodi. Kalau sudah ada antibodi, sudah ada gejalanya. Gejala adalah reaksi tubuh melawan virus. Antibodi yang akan diukur RT.

Baca Juga: Rapid Test Dadakan di Tempat Kerumunan Makin Digiatkan Seluruh Jatim

“Antibodi muncul selama tujuh hari. Ini artinya kalau mengukur di waktu yang salah, nggak keluar hasilnya. Rapid Test ini juga harus digunakan di waktu yang tepat,” lanjutnya. Lebih lanjut pemeriksaan ini harus dilakukan oleh petugas kesehatan. Pasalnya pemeriksaan RT berisiko menularkan virus saat pengambilan darah. Dokter Wiku juga mengatakan tingkat akurasi RT ditentukan dari kualitas alat itu sendiri.

Biaya Rapid Test

Pada Maret 2020 dilaporkan, pemerintah mengimpor alat rapid test, dan telah tiba di Tanah Air. RSUD KRMT Wongsonegoro ikut memesan dengan anggaran pembelian Rp220.000 per pack.

“Anggaran untuk pembelian rapid test ini kami belanja dengan harga Rp220.000 per pack, kami belanja 2.480 (alat) dihitung sekira Rp540 juta,” ujar Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati, Rabu (25/3/2020).

Selain ODP dan PDP, rapid test corona juga akan dilakukan pada petugas medis yang merawat pasien. Mereka dinilai paling berisiko karena berhubungan langsung dengan pasien yang menjalani perawatan di ruang-ruang isolasi rumah sakit.

Di Indonesia, Rapid Test ‘Drive-Thru’ pun sudah mulai dilakukan. Salah satunya dilakukan Primaya Hospital. Seperti dijelaskan CEO Primaya Hospital dr Ferdy D. Tiwow, institusinya kini menyediakan paket pemeriksaan praktis Covid-19 di dalam mobil. Mereka menyebut uji ini dengan istilah ‘Rapid Test Antibodi (Ig M /Ig G).

Setelah tes dilakukan, pasien tak perlu menunggu hasilnya keluar. Mereka bisa melanjutkan perjalanan dan hasil akan dikirimkan melalui pesan WhatsApp 1×24 jam. Untuk sekali tes, Anda perlu membayar uang sejumlah Rp299 ribu.

Lokasi Rapid Test

Tidak hanya rumah sakit, puskesmas juga memiliki peran penting dalam percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia. Sejumlah puskesmas di Indonesia telah menyediakan layanan pemeriksaan rapid test dan pengambilan sampel swab.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo dalam Konferensi Pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta.

“Salah satu peran yang dilakukan puskesmas adalah melakukan screening (pemeriksaan, red) terhadap COVID-19. Metode screening yang dilakukan adalah hasil penelusuran terhadap masyarakat yang diduga kontak erat dengan kasus COVID-19 yang positif,” jelas Bambang di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Petugas puskesmas akan melakukan wawancara dan pemeriksaan epidemiologi terlebih dahulu ke pasien Sebelum uji antibodi atau tes swab. Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada indikasi kuat COVID-19, maka petugas puskesmas akan mengambil darah pasien untuk diuji tingkat antibodi-nya melalui rapid test.

Baca Juga: ASN Pemerintah Aceh Jalani Rapid Test dan Donor Darah

Sebelumnya dilaporkan, Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 menggelar Rapid Test massal di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Tujuannya, untuk upaya menekan penyebaran virus corona.

“Sasaran peserta test rapid untuk umum, yang lewat, pengguna MRT dan busway, pedagang asongan, semua jadi target,” kata Penanggung jawab Rapid Test, dr Angelina, kepada wartawan, Selasa (26/5/2020).

Kelompok relawan yang dikomandoi Sandiaga Uno itu menyediakan 500 alat Rapid test dan mobile Swab Test pada kegiatan sosial tersebut. “Kami tidak ada batas waktu, kami habiskan rapid test kami yang sudah kita siapkan hari ini, masyarakat, petugas kebersihan, dan anggota TNI/Polri bisa ikut serta dengan membawa KTP,” ujarnya.

Angelina mengatakan, bila ada peserta yang hasil rapid testnya menunjukan hasil reaktif maka akan di lanjutkan dengan swab test di lokasi yang sama. Rapid test dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan akan ditutup sampai melakukan test ke 500 peserta.

“Masyarakat bisa langsung menunggu hasil sekitar 10 menit, dari hasil bisa terlihat reaktif atau tidak reaktif, apabila menunjukan hasil reaktif akan kami swab test langsung dengan Mobile Lab yang kami bawa,” ucapnya.

oknws.

LEAVE A REPLY