Mengenal Sosok Elise di Balik Lagu Fur Elise Karya Beethoven

0
601
Ludwig Van Beethoven.
Ludwig Van Beethoven.

JAKARTA, Nawacita Mungkin kamu gak tau lagu ini, tapi mungkin juga sebenarnya kamu udah pernah dengar lagu ini dimainkan. Kok bisa?

Soalnya, “Fur Elise” adalah lagu klasik yang sering banget dipake dalam karya budaya pop. Misalnya aja, komposisi ini banyak muncul dalam film, misalnya film horor “Rosemary’s Baby”, film komedi “Patch Adams”, sampai di trailer film tentang musuh Spiderman, “Morbius”.

Dipublikasikan pada 1867, musik klasik ini diaransemen langsung oleh pianis ternama di dunia, Ludwig Van Beethoven. Lagu ini juga menjadi salah satu karya Beethoven yang paling terkenal setelah lagu “Ode To Joy”. Pada abad ke-18 dan ke-19, lagu ini diakui sebagai musik paling romantis di Eropa dengan membangun unsur seni Romawi pada masanya.
Baca Juga: Deretan Komposer Musik Paling Jenius Sepanjang Masa

Setelah “Fur Elise” dikenal oleh banyak orang, beberapa musisi dan ahli musik pun mencoba mengulik, siapakah Elise yang dimaksud dalam lagu ini, apakah kekasih Beethoven atau hanya sebuah nama sebutan untuk piano kesayangannya?

Disebutkan dalam artikel chosic.com, tokoh Elise dalam lagu ini menjadi sebuah misteri terbesar dalam karya komposer Jerman tersebut. Sebabnya, lagu ini baru dipublikasikan setelah Beethoven menutup usianya sehingga gak ada kejelasan dari mana dia mendapat inspirasi lagu ini.

Namun, ada beberapa teori yang mendukung untuk mengulik lebih dalam lagi akan tokoh utama dalam lagu ini. Ada tiga tokoh yang digadang-gadang menjadi Elise pada karya Beethoven, yakni Elizabeth Roeckel, Therese Malfatti, dan Elise Barensfeld. Di antara ketiga perempuan yang bergelut dalam dunia musik ini, Therese Malfatti menjadi yang paling diyakini dalam sejarah.

Therese diketahui sebagai seorang penyanyi dan juga murid Beethoven. Alasan mengapa ia sangat dominan di antara yang lainnya, sebab Beethoven menyukai Therese. Sayangnya, kisah cinta mereka gak berjalan mulus hingga Therese memilih meninggalkan Beethoven.
Baca Juga: Perubahan Industri Musik Dunia dari Masa ke Masa

Setelahnya, Beethoven melampiaskan perasaannya dengan menulis “Fur Elise”. Meski begitu, setelah kematiannya, Therese menjadi satu-satunya orang yang menemukan dan menyimpan partitur asli dari Fur Elise. Uniknya, sebelum diberi judul “Fur Elise”, karya ini diberi nama “Fur Therese”.

Kemudian datang pernyataan baru dari seorang musikologi bernama Rita Steblin. Dia menyebut, Elise Barensfeld juga berperan dalam pembuatan lagu ini. Melansir dari classicfm.com, Elise Bahrenfeld diminta untuk memainkan “Fur Elise” karena Beethoven ingin lagu ini disampaikan kepada Therese melalui perantara.

Sesudah dimainkan, Therese kemudian mengubah judulnya menjadi “Fur Elise”.
Sampai saat ini, komposisi “Fur Elise” masih abadi, dimainkan pada pertunjukan musik orkestra, alunan paduan suara, hingga dipakai untuk pembelajaran alat musik piano.

sdnws.

LEAVE A REPLY