Pandemi Covid-19, Seniman Wayang Kulit Pilih Konser Online

0
651
pertunjukkan wayang kulit.
pertunjukkan wayang kulit.

GROBOGAN, Nawacita – Empat bulan tidak bisa menggelar pertunjukkan akibat pandemi COVID-19, tidak membuat para seniman wayang kulit di Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jateng, patah semangat.

Meskipun kondisi ekonomi mereka karut-marut karena tidak ada penghasilan lagi, namun mereka tidak putus inovasi. Demi dapur kembali ngepul, para seniman ini menggelar pertunjukkan wayang kulit secara online.

Inovasi ini membuat mereka kini kebanjiran pesanan, meskipun tetap saja ada yang terasa berbeda bermain secara langsung di hadapan penonton, dengan bermain secara daring.
Baca Juga: Di Tengah Covid-19, Gojek Fasilitasi 100.000 UMKM Go Online

Pertunjukkan wayang kulit secara online ini digelar di dalam Sanggar Seni Lempung Biru. Tidak ada satu pun warga yang datang menonton secara langsung di dalam sanggar. Warga bisa menikmati pagelaran wayang kulit tersebut, sambil bersantai di rumah melalui media sosial.

“Kami prihatin dengan kondisi saat ini. Musibah melanda secara berkepanjangan, sehingga seniman tidak bisa mencari nafkah dan berekspresi dalam seni,” ujar Ketua Kelompok Seniman Wayang Kulit Desa Bandungsari, Ledy Heriyanto.

Dia juga mengatakan, warga yang sudah haus hiburan kesenian wayang kulit, ternyata memberikan dukungan kepada para pelaku seni untuk pentas kembali secara online. “Ini adalah yang pertama kali kami lakukan, pentas wayang kulit secara daring,” imbuhnya.

Ide menggelar pertunjukkan wayang kulit daring ini, diakuinya muncul setelah para seniman melihat di berbagai media sosial. Setelah dicoba beberapa kali, ternyata banyak warga yang berminat.
Baca Juga: Awal Juli 2020, Jual Beli Online Kena Pajak 10 Persen

“Selain efektif untuk mengurangi kerumunan orang di tengah pandemi COVID-19. Pagelaran wayang kulit online ini juga diminati warga yang memang sudah rindu menyaksikan pagelaran kesenian tradisional,” tuturnya.

Aturan ketat sesuai protokol kesehatan juga diterapkan kepada para seniman yang melaksanakan pertunjukkan daring tersebut. Mereka harus mengenakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

Dalam konser wayang kulit daring kali ini, ada dua dalang cilik yang secara bergantian memainkan wayang kulit dengan mengangkat tema “Semar Mbangun Kayangan”. Kisah ini menceritakan tentang negara yang perlu berbenah bersama-sama, dan rakyat berjuang bersama membangun negara yang kini sedang dilanda musibah.

sdnws.

LEAVE A REPLY