Perwali Normal Baru, Wajibkan Semua Mall Punya Satgas Covid-19

0
338

Surabaya, Nawacita– Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya mengenai aturan Normal Baru akan segera disahkan. Rencananya dalam aturan tersebut akan ada beberapa hal yang diperketat. Diantaranya pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di berbagai sektor.

Irvan Widyanto wakil sekretaris gugus tugas Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengatakan bahawa semua sektor termasuk mall akan memiliki Satgas Covid-19.

“Konsepnya perwali ini, di setiap badan usaha, tempat kerja, pusat perbelanjaan wajib ada Satgasnya. Mereka yang akan menerapkan protokol kesehatan ini,” terangnya kepada Nawacita pada Rabu 10 Juni 2020.

Nantinya Satgas ini akan dibentuk sendiri oleh pihak pengelola mall. Sehingga yang mengontrol adalah pihak dari mall itu sendiri.

“Mereka yang menegakan dan menjalankan. Jadi ada kontrol pelaksanaan protokol kesehatan itu dari mall itu sendiri. Ketika ada kontrol itu, maka kita bisa melakukan teguran kepada mall, jika protokol kesehatan atau Perwali tidak dilakukan,” ungkapnya.

Irvan sapaan akrabnya melanjutkan bahwa sektor manapun yang tidak mengindahkan protokol kesehatan maupun Perwali akan ditindak tegas. Sanksinya bisa sampai pencabutan izin baik itu mall atau sektor lainnya.

“Ada tahapan sanksi. Yakni teguran lisan atau tertulis. 3 kali ditegur tidak berubah, kemudian OPD dari Pemkot yang membidanginya, bisa kita mintakan bantuan. Setelah teguran itu dilakukan, maka dilakukan pencabutan izin. Kalau sudah begitu Datpol PP akan menutup akan menutup sektor tersebut,” tandasnya.

Sementara itu Sutandi Purnomosidi direktur marketing Pakuwon Group mengungkapkan bahwa Satgas Covid-19 yang ada di mall bukanlah tenga medis yang menangani kasus Covid-19. Melainkan petugas khusus yang menghandel orang yang bersuhu di atas 30 derajat celcius.

Ditanya terkait usulan kewajiban menggunakan face shield untuk setiap pengunjung, Ia mengaku tidak sepakat. Sebab faceshield hanya untuk para petugas saja.

“Seperti SPG HP yang harus interaksi depan pelanggan secara dekat saat menjelaskan produknya. Atau petugas salon, reflexi dan waiters di restauran,” katanya kepada Nawacita melalui pesan tertulis pada Rabu 10 Juni 2020.

Di tempat terpisah Akmarawita Kadir Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya mengatakan memang ada konsep mall tangguh. Yakni mall yang memiliki Satgas Covid-19.

“Tapi saya pernah usulkan, bahwa setiap mall tangguh, kampung tangguh atau sekolah tangguh memiliki manajer Satgas Covid-19. Setiap lini punya manjer ini ada tanggung jawab. Sehingga kalau ada tidak benarnya tinggal memanggil,” ujarnya di gedung DPRD Surabaya.

Dewan yang berlatar belakang sebagai dokter ini juga meminta ada protokol khusus untuk setiap toko. Sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap toko.

“Jadi harus standar. Toko baju nanti protokolnya seperti apa, toko mainan seperti apa. Jadi mereka punya standar sendiri-sendiri,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY