New Normal, Candi Borobudur Gelar Simulasi Pembukaan Destinasi Wisata

0
363
New Normal, Candi Borobudur Gelar Simulasi Pembukaan Destinasi Wisata.
New Normal, Candi Borobudur Gelar Simulasi Pembukaan Destinasi Wisata.

JAKARTA, Nawacita Sejumlah destinasi wisata di Indonesia mulai bersiap membuka diri untuk wisatawan. Protokol kesehatan terus dipersiapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan pengelola wisata dan pemerintah daerah, agar tidak terjadi penularan Covid-19 ketika destinasi wisata dibuka.

Salah satu destinasi yang tengah bersiap adalah Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB). Persiapan terus dilakukan TWCB sebelum Candi Borobudur benar-benar dibuka kembali untuk wisatawan.

Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) akan menggelar simulasi pembukaan destinasi wisata pada Rabu (10/6/2020). Rencananya, simulasi yang dilaksanakan pukul 09.00 WIB akan diikuti 50 peserta dan akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Gubernur Ganjar Pranowo memberikan izin TWCB untuk melaksanakan simulasi pembukaan destinasi wisata. Simulasi tersebut nantinya diharapkan berlangsung sukses dan menjadi proyek percontohan.

Baca Juga: New Normal, Bus AKAP Beroperasi di Jabodetabek Hari Ini

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi mengatakan, TWCB telah mengajukan konsep pelaksanaan simulasi dalam menyongsong New Normal. Dan, saat ini pengajuan itu sudah mendapat izin dari Gubernur Jawa Tengah.

“Konsep simulasi yang diajukan telah kami pelajari, telaah dan cermati lalu kita ajukan ke Pak Gubernur dan mendapat izin karena memenuhi standar protokol kesehatan pelaksanaan simulasi,” ujar Sinoeng, Senin (8/6/2020). “Kami minta jumlah peserta dibatasi, dan pihak TWCB mengatakan ada 50 peserta meliputi manajemen, Pemkab Magelang, Pemprov, rencananya Pak Gubernur juga akan hadir dan pelaku simulator,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan simulasi tersebut dimaksudkan untuk memahami dan menguasai protokol kesehatan di di destinasi wisata untuk menjalani New Normal di tengah pandemi. “Yang penting dalam simulasi adalah adanya petugas evaluasi yang akan mengawal proses simulasi itu berjalan sesuai protokol kesehatan. Bukan hanya sekali, tapi simulasi dilakukan minimal dua kali dengan masing-masing dievaluasi dengan cermat dan matang,” paparnya.

Dia berharap, pelaksanaan simulasi TWCB tersebut berjalan lancar dan sukses, sehingga menjadi proyek percontohan. “Mudah-mudahan simulasi ini menjadi masterpiece piloting destinasi wisata lainnya dalam menggunakan protokol kesehatan,” harapnya.

Baca Juga: Gubernur Bali Tolak Buka Kembali Pariwisata

Selain di Candi Borobudur, Disporapar Provinsi Jawa Tengah juga nantinya mendorong wisata-wisata di tingkat desa untuk melakukan simulasi serupa. “Hal yang sama juga kami dorong untuk desa wisata. Tentu, wisata yang berada di zona hijau,” imbuhnya. Sementara, Ganjar Pranowo menuturkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan semua sektor dalam menghadapi penerapan New Normal.

“Karena ada permintaan banyak soal normal baru, maka saat ini kami sedang menyusun norma baru. Meski belum dilaksanakan normal baru, setidaknya norma baru yang kita siapkan ini bisa menjadi panduan agar nantinya pelaksanaan normal baru bisa lancar,” tandasnya.

Pedoman norma baru sendiri menurut Ganjar akan diterapkan di wilayah hijau, seperti Banyumas dan Tegal. Selain pariwisata, pedoman tersebut akan diterapkan di sektor industri, perdagangan, keagamaan, pondok pesantren dan tenaga kesehatan.

oknws.

LEAVE A REPLY