Trending #BoikotWikipedia, Roy Suryo Soroti Sejarah PKI

0
407
Tagar #BoikotWikipedia Jadi Trending, Roy Suryo Soroti Sejarah PKI.
Tagar #BoikotWikipedia Jadi Trending, Roy Suryo Soroti Sejarah PKI.

JAKARTA, Nawacita – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menyoroti sejarah PKI berjudul “Pembantaian di Indonesia 1965-1966” di laman Wikipedia. Melalui akun Twitternya, sejarah PKI di Wikipedia telah diedit, sehingga berubah 180 derajat dengan sejarah yang diajarkan selama ini.

“Tulisan di Wikipedia ini ditengarai dimulai semenjak 10th silam (20/08/10) oleh Mauliddin Mutz (?) & diedit terakhir 18 jam lalu (02/06/20) oleh Lord Yeager (?). Bila dilihat rekam pengeditannya, Artikel ini cukup “meriah” karena diedit oleh banyak orang sampai sekarang,” tulis Roy Suryo di akun Twitternya, Rabu (3/6/2020). Politisi Partai Demokrat itu meminta para sejarawan ikut angkat bicara meluruskan sejarah PKI.

“Indonesia Negara Demokrasi, shg kebebasan berpendapat (Orang bisa menulis di Wikipedia, spt saat ada “Sejarah Sunda Empire” dulu Wajah menyeringai). Namun apabila “sejarah” yg ditulis berbeda 180° dgn yg sdh diajarkan, sebaiknya Sejarahwan2 angkat bicara,” kata Roy Suryo.

Baca Juga: Heboh Tagar #MendikbudDicariMahasiswa, DPR Siap Pertemukan BEM SI dengan Nadiem

Roy Suryo mengatakan, demi persatuan dan kesatuan masyarakat dan agar tidak menimbulkan pergolakan di antara anak bangsa, sebaiknya Polri dan TNI bersikap. Artikel di Wikipedia menjadi sorotan publik karena dianggap membengkokkan sejarah PKI.

Baca Juga: Trending #BoikotTVRI, Dipicu Kicauan Dirut Iman Brotoseno Soal Bokep

Seruan boikot Wikipedia pun menggema di media sosial. Tagar #boikotwikipedia jadi trending topic di Twitter Indonesia pada Kamis pagi (4/6). Setelah disorot, Wikipedia akhirnya menghilangkan logo PKI dan foto Soeharto.

Roy Suryo mengapresiasi Wikipedia yang telah memperbaiki tulisan tentang sejarah 1965-1966. “Namun saran saya tetap sebaiknya Sejarawan Kredibel ikut menuliskan detail kembali,” tandas Roy Suryo.

fjrnws.

LEAVE A REPLY