Indonesia Dapat Utang Rp3,65 Triliun dari Bank Dunia

0
130
Indonesia Dapat Utang Rp3,65 Triliun dari Bank Dunia.
Indonesia Dapat Utang Rp3,65 Triliun dari Bank Dunia.

JAKARTA, Nawacita – Bank Dunia telah menyetujui pendanaan atau utang senilai USD250 juta atau sekitar Rp 3,65 triliun (dengan kurs Rp14.600 per USD) untuk program darurat Covid-19 di Indonesia. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, dana ini akan digunakan untuk mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi Covid-19.

Program ini dinilai sekaligus juga akan mendukung penguatan sistem nasional untuk kesiapansiagaan kesehatan masyarakat. “Pemerintah Indonesia menggunakan berbagai cara untuk mengurangi dampak terkait sektor kesehatan, sosial dan ekonomi akibat Covid-19,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2020).

Dia melanjutkan dengan dukungan dari lembaga seperti Bank Dunia, Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kapasitas dalam hal pencegahan, pengujian, perawatan serta sistem informasi, dan pada saat yang bersamaan memastikan kondisi kerja yang aman bagi para tenaga kesehatan.

“Kami juga menyambut baik upaya mitra pembangunan dalam memberikan dukungan pendanaan yang terkoordinasi serta kerja sama Bank Dunia dengan Asian Infrastructure Investment Bank dan Islamic Development Bank untuk program ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Utang Baru Indonesia Kian Menggunung, Bisa Tembus Rp1.100 Triliun

Dia menambahkan, pendanaan ini difokuskan untuk memperkuat aspek-aspek utama tanggap darurat Indonesia terhadap pandemi Covid-19, termasuk melengkapi fasilitas rujukan di bawah Kementerian Kesehatan, meningkatkan persediaan alat pelindung diri (APD), memperkuat jaringan laboratorium dan sistem pengawasan, serta mendukung pengembangan dan penggunaan protokol untuk memastikan layanan yang berkualitas.

“Dengan menggunakan pembelajaran terkait penanggulangan dampak Covid-19, program ini mendukung kesiapan Indonesia dalam penyebaran penyakit menular di masa depan melalui pelaporan yang lebih baik dan sistem pengawasan yang lebih kuat,” katanya.
Baca Juga: Menteri Erick: Sri Mulyani Sudah Bayar Utang ke BUMN

Dia melanjutkan, program ini akan mencakup seluruh wilayah Indonesia, dan penerima manfaat utama termasuk pasien yang mengunjungi rumah sakit dan fasilitas kesehatan, khususnya penduduk rentan dan berisiko tinggi seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kronis, serta para tenaga kesehatan.

“Program ini merupakan kerja sama penting dengan pendanaan yang terkoordinasi bersama beberapa mitra, termasuk USD250 juta pendanaan bersama dari Asian Infrastructure and Investment Bank, dan pembiayaan paralel sebesar USD200 juta dari Islamic Development Bank,” katanya.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Dunia Satu Kahkonen mengatakan pendanaan ini merupakan kontribusi pihaknya dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam menghadapi Covid-19 dan mengurangi dampak pandemi ini pada sektor kesehatan, ekonomi dan sosial. “Hal ini sangat penting bagi upaya yang berkelanjutan dalam mengurangi kemiskinan dan melindungi modal manusia Indonesia,” pungkasnya.

sdnws.

LEAVE A REPLY