Redam Covid-19 ke Ekonomi, CIPS Minta Pemerintah Jaga Pasokan Pangan

0
46
Beras di Indonesia Bisa Dibilang Termahal di Dunia.
Ilustrasi pedagang beras eceran di pasar tradisional. Pemerintah diminta memastikan pasokan bahan pangan tersedia di pasar guna meredam dampak krisis akibat wabah Covid-19.

Jakarta, Nawacita – Kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan, dan diprediksi akan berdampak pada perekonomian secara keseluruhan.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arianto Patunru mengatakan bahwa perekonomian Indonesia akan tertekan yang datang dari dua sisi, yakni sisi permintaan dan penawaran.

“Permintaan kurang karena orang tidak keluar belanja, tidak ada rekreasi, di sisi penawaran juga drop karena banyak kegiatan produksi menjadi terhambat,” kata dia dalam Telekonferensi Pers, Jumat (3/4).

Dia menuturkan, pemerintah harus fokus terhadap penyediaan bahan pokok penting di tengah krisis seperti sekarang ini. Pasalnya, masyarakat yang diinstruksikan untuk membatasi aktivitas di luar rumah juga memerlukan makanan.

“Perlu kita cermati dalam hal makanan, tekanan di sisi penawaran kemungkinan akan jauh  lebih besar daripada di sisi permintaan, elastisitas untuk permintaan untuk makanan itu kecil. Artinya, dengan kondisi apapun, kebutuhan akan makanan itu ada level di mana itu (makanan) tidak bisa untuk tidak dipenuhi. jadi tekanan dari sisi permintaan kemungkinan akan lebih kuat,” ungkapnya.

Apabila ada kegagalan dalam mengantisipasi hal ini, tentunya bisa memperparah kondisi perekonomian. Pemerintah memang telah memberikan bantuan untuk menghadapi krisis ini, mungkin itu bisa menjaga agar semua rumah tangga bisa memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Tetapi jika akses kepada makanan dan bahan pokok esensial lainnya terhambat, keefektifan program tersebut bisa terkikis,” tambah dia.

Jika stok makanan tidak dapat memenuhi mengikuti permintaan, maka penawaran tidak bisa menyamai laju permintaan dan harga akan naik. Hal ini juga perlu diantisipasi.

Adapun, pemerintah diminta untuk mengurangi hambatan perdagangan dan perlu perbaikan di dalam manajemen logistik.

“Kita perlu memikirkan supaya suplai bisa sampai ke rumah tangga, truk juga berfungsi tapi tetap menjaga jarak supaya gudang juga terisi dan akses bahan makanan terjaga. terakhir perlu dipikirkan bentuk sistem cadangan pangan darurat, ini bisa kita lakukan sendiri tapi bisa dan sangat dianjurkan dengan negara lain,” tutup Arianto.

JP

 

LEAVE A REPLY