Kasus Corona di Rusia dan Afrika Rendah, Inilah Penjelasannya

0
462
Kasus Corona di Rusia dan Afrika Rendah, Inilah Penjelasannya.
Kasus Corona di Rusia dan Afrika Rendah, Inilah Penjelasannya.

SURABAYA, Nawacita Pandemi virus corona (COVID-19) telah menyebar hingga ke lebih dari 160 negara. Meski demikian, sebagian negara melaporkan bahwa sangat sedikit bahkan tidak ada kasus COVID-19. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan bagi negara-negara lain dengan banyak kasus COVID-19.

Seperti diketahui, penyebaran penyakit menular adalah proses rumit yang melibatkan banyak faktor. Tetapi pada intinya, semua hal ini terkait dengan pergerakan manusia. Ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk memperkirakan pergerakan manusia secara kasar.

Perjalanan (masuk dan keluar), migrasi, perdagangan dan jarak bisa menjadi faktor penyebaran COVID-19 ke beberapa negara di luar China. Hal yang paling mengejutkan seputar COVID-19 adalah bahwa hanya ada 63 kasus orang terinfeksi yang dilaporkan di seluruh Rusia.

Baca Juga: Kabar Gembira, China Berhasil Ciptakan Vaksin Anti-Corona

Padahal Rusia memiliki hubungan perjalanan, emigrasi, imigrasi, dan perdagangan yang sangat kuat dengan China. Jumlah kasusnya yang sangat rendah menimbulkan pertanyaan terutama bagi negara-negara lain yang memiliki hubungan dekat dengan China seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Beberapa negara tersebut justru mengalami transmisi lokal yang signifikan. Menariknya lagi bahwa di 15 negara yang berbagi perbatasan darat atau laut dengan China hanya terdapat 310 kasus yang telah dilaporkan. Hanya India yang melaporkan lebih dari 100 kasus dan sepuluh negara telah melaporkan antara nol dan lima kasus.

Selain itu Afrika dan beberapa wilayah lain di dunia belum melaporkan adanya kasus COVID-19. Dari catatan khusus bahwa di benua Afrika, hanya Mesir yang melaporkan 126 kasus, dengan sebagian besar negara melaporkan antara nol hingga lima kasus. Untuk 54 negara lain di Afrika, hanya ada 253 kasus dari 167.519 kasus di seluruh dunia.

Melansir dari Greek Reporter, Sabtu (21/3/2020), ada beberapa kemungkinan yang menjadi alasan rendahnya jumlah kasus COVID-19 di banyak negara ini. Saat ini masih dalam tahap awal pandemi COVID-19, sehingga tidak mengherankan bahwa beberapa negara belum memiliki kasus dan belum mengalami penularan virus lokal.

Tetapi mengetahui alasan mengapa sebagian negara memiliki kasus COVID-19 yang rendah sangat penting bagi upaya global untuk menahan penyebaran pandemi ini. Ada sejumlah penjelasan untuk angka kasus rendah, termasuk koneksi perjalanan yang lemah, penyaringan perbatasan yang efektif dan pembatasan perjalanan, efek iklim lokal, kurangnya penyaringan atau kurangnya pelaporan.

Baca Juga: Obat Avigan Diakui China Efektif Melawan Virus Corona

Ketika mempertimbangkan perjalanan, banyak negara yang disinyalir memiliki tingkat pertukaran perjalanan yang sangat rendah dengan China. Ini diperkuat oleh pembatasan perjalanan yang diterapkan oleh China selama tahap awal wabah. Hal inilah yang mungkin telah menunda kedatangan COVID-19 ke banyak negara di seluruh Afrika.

Dalam skenario ini, jumlah kasus diprediksi akan meningkat secara signifikan selama dua minggu mendatang. Pasalnya transmisi ekstensif sedang berlangsung di banyak negara Eropa dengan hubungan perjalanan yang kuat ke Afrika.Beberapa negara dengan perjalanan, migrasi, dan hubungan perdagangan yang sangat baik dengan China masih memiliki jumlah kasus kecil yang sebanding seperti Jepang dan Singapura yang memiliki kurang dari 1.000 kasus.

Untuk negara-negara lainnya, telah dilakukan penyaringan, kontrol dan pengawasan perbatasan awal dan ekstensif, yang memungkinkan akan menahan transmisi lokal. Jika langkah-langkah ini dilakukan, maka negara-negara ini mungkin hanya akan mengalami sedikit peningkatan dalam kasus COVID-19 selama beberapa minggu mendatang.

oknws.

LEAVE A REPLY