Rektor Unair Inginkan Adanya Pra Screening Corona Di Puskesmas

0
415

Surabaya, Nawacita– Sejak Senin kemarin (16/3) RS Universitas Airlangga (RSUA) diserbu warga yang ingin tes Corona. Akibatnya RSUA harus bekerja ekstra untuk melayani semua pengunjung yang datang.

Mohammad Nasih rektor Universitas Airlangga mengatakan agar masyaralat tidak perlu terlalu panik. Semisal ada gejala seperti demam, tidak perlu langsung ke RSUA. Ia menyarankan untuk tes dulu ke Puskesmas yang ada di lingkungan.

“Jadi panas sedikit tidak perlu langsung ke sini. Coba ke Puskesmas dulu. Mana tahu sakitnya cuma belum sarapan, atau lainnya,” ujarnya kepada Nawacita pada Kamis (19/3).

Rektor yang menjabat sejak Juni 2015 itu juga menginginkan adanya perbaikan manajemen. Menurutnya RSUA merupakan rumah sakit rujukan. Sehingga harus ada screening terlebih dahulu dari fasilitas kesehatan atau Puskesmas.

“Ya ini manjemennya harus kita ubah. RSUA ini kan rumah sakit rujukan. Kalau rujukan berarti ada yang di bawahnya. Berarti harus ada screening dari Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya,” ujarnya.

Lanjutnya, Nasih mengungkapkan bila pemeriksaan dari awal sampai akhir dibebankan kepada RSUA, maka pihaknya akan kesulitan.

“Kalau semua dibebankan dari A-Z kan ya tidak mungkin. Misal saja pengunjung tes Corona ada 800 orang perhari. Kan tidak mungkin RSUA tutup cuma menangangi Corona. Sebab RSUA kan ada yang nangani penyakit jantung, dan lain-lain,” tandasnya.

Ditanya terkait penambahan tenaga medis, Nasih masih belum bisa memastikan. Sebab tenaga medis pun juga perlu waktu untuk dilatih.

“Misal kita buka lowongan untuk perawat. Nah perawat baru ini juga kan butuh waktu pelatihannya. Tidak bisa langsung diterjunkan. Ini akan memakan waktu. Ya yang efektif adanya screening dari bawah itu tadi,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY