Dewan Ingin PCTL Berisi Himbauan Nyoblos

0
201

Surabaya, Nawacita– Semakin dekatnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) membuat DPRD Surabaya semakin gencar mengusahakan agar pesta demokrasi rakyat kota ini bisa diikuti oleh banyak orang. Yaitu dengan membantu KPU dalam sosialisasi kepada masyarakat terkait Pilkada.

Salah satu bentuk sosialisasi yang diinginkan dewan dengan dengan cara memasukan himbauan mencoblos menggukanan speaker dari pedestrian controlled trafic light (PCTL) atau lampu merah.

Pertiwi Ayu Khrisna ketua komisi A DPRD Surabaya mengungkapkan pemberian rekaman suara pada PCTL bertujuan agar KPU lebih mudah mensukseskan Pilkada mendatang. Sebab dengan cara ini masyarakat akan mendengarkan ajakan Pilkada saat menyeberang jalan atau saat sedang berkendara.

“Jadi tidak hanya berbunyi tet tot tet tot saja. Tapi diberi himbauan buat nyoblos,” ungkapnya kepada Nawacita Rabu (11/2).

Politisi Golkar tersebut mengatakan, bahwa selama ini mungkin masyarakat tidak terlalu mengerti bunyi khas dari PCTL. Menurutnya akan lebih baik bila diisi himbauan untuk Pilkada.

“Mungkin tet tot tet tot bagi masyarakat awam tidak mengerti. Apakah tidak diisi himbauan ikut pemilu,” terangnya.

Sementara itu, Lilik Arjianto Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, mengatakan akan mengaji dulu terkait permintaan dewan tersebut. Sebab secara hubungan kerjasama mengenai ajakan Pilkada antara Dishub dengan KPU masih belum ada.

“Kalau ada pengajuan (dari KPU) terkait suara PCTL, kita akan koordinasikan. Lalu kita kaji, apakah suara tersebut bisa masuk di PCTL yang kita miliki atau tidak,” ujarnya.

Laki-laki dengan pangkat 3 melati dipundak tersebut juga mengatakan, tujuan dari bunyi khas PCTL selama ini memang ada maksudnya. Jika di dengarkan maka suara dari speaker PCTL tiap detiknya akan semakin cepat. Hal ini bertujuan, agar penyebrang jalan maupun pengendara bisa bersiap saat lampu PCTL berganti warna.

“Bunyi tet tot tet tot itu, kalau kita dengarkan sebenarnya ada tujuannya. Makin lama timing bunyi akan semakin cepat kan? Nah itu tujuannya agar penyebrang jalan semakin cepat juga melangkahnya. Jangan sampai sudah lampu hijau, penyebrang jalan masih di tengah-tengah,” terangnya.

Selain itu Lilik juga akan mengaji dulu landasan hukum terkait kerjasama dengan KPU dMterkait permintaan dewan. Sebab PCTL yang dipunya Dishub berbeda dengan yang dimiliki Polisi.

“Kalau kita lihat PCTL di sebelah masjid Al-Falah dekat Kebun Binatang, itu milik Polrestabes. Nah PCTL kita ini bisa atau tidak secara teknisnya kita kaji dulu,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY