Erdogan Kecam Konflik Muslim-Hindu di India, 42 Orang Tewas

0
318
Erdogan Kecam Konflik Muslim-Hindu di India, 42 Orang Tewas.
Erdogan Kecam Konflik Muslim-Hindu di India, 42 Orang Tewas.

NEW DELHI, Nawacita – Kerusuhan berbau agama di India sungguh mengerikan. Jumlah korban tewas dalam konflik umat Muslim dan Hindu di India bertambah dari 38 menjadi 42 orang. Sejumlah tokoh, salah satunya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengecam kekerasan komunal di negara itu dengan menyebut umat Islam di sana dibantai.

Angka kematian terbaru itu dilaporkan media-media setempat, Sabtu (29/2/2020). Polisi India mengklaim telah menangkap 514 orang karena kekerasan agama yang mematikan di Ibu Kota India, New Delhi.

Kekerasan itu membuat pemerintah India menuai kecaman internasional karena gagal melindungi minoritas Muslim. Presiden Erdogan, yang selama ini mencitrakan dirinya sebagai pembela umat Islam, mengecam keras kerusuhan komunal di India.

“India sekarang telah menjadi negara di mana pembantaian tersebar luas. Pembantaian apa? Pembantaian umat Islam. Oleh siapa? Orang Hindu,” kata Erdogan dalam pidatonya di Ankara kemarin. Menurut sebuah dokumen yang dilihat oleh AFP, para korban tak hanya dari komunitas Muslim, tapi juga dari komunitas Hindu.
Baca Juga: Konflik Hindu-Muslim India Korban Tewas Bertambah Jadi 38 Orang

Erdogan menuduh gerombolan massa menyerang Muslim dan melukai anak-anak yang belajar di pusat-pusat pembelajaran pribadi dengan tongkat logam seolah-olah akan membunuh mereka. “Bagaimana orang-orang ini memungkinkan perdamaian global? Itu tidak mungkin. Ketika berpidato—karena mereka memiliki populasi yang besar—mereka mengatakan kami kuat tapi itu bukan kekuatan,” ujar Erdogan.

Konflik antara kelompok Muslim dan Hindu itu bermula dari protes damai kelompok Muslim terhadap Citizen Amendment Act (CAA) atau Undang-Undang Perubahan Kewarganegaraan. Protes damai kelompok Muslim penentang CAA berubah menjadi kerusuhan ketika kelompok Hindu garis keras pendukung CAA menyerang demonstran Muslim dan membakar Masjid Ashok Nagar di New Delhi.

Menurut para petugas, polisi masih mencari saluran air dan rumah-rumah yang dibakar untuk menemukan jasad-jasad korban. Mengutip laporan The India Express, polisi menyiapkan daftar sekitar 250 korban—meninggal dan luka—dan satu dari setiap tiga korban terlihat terluka oleh peluru. Polisi sedang menyelidiki bagaimana begitu banyak perusuh mendapatkan akses senjata.

Pemerintah mengatakan lebih banyak pasukan telah dikerahkan di masjid-masjid di daerah itu ketika salat Jumat berlangsung kemarin. Pemerintah mengklaim tidak ada kekerasan baru sejak Rabu pagi.

CAA yang memicu demo besar-besaran itu diusulkan pemerintah nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi pada bulan Desember 2019. CAA mengamanatkan pemberian kewarganegaraan India untuk enam kelompok agama dari negara-negara tetangga. Namun, undang-undang itu tidak berlaku bagi migran Muslim.

LEAVE A REPLY