Pemprov Turunkan Tim Pengawas ke Lokasi Tambang Emas Banyuwangi

0
502

Surabaya, Nawacita – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan ruang terbuka bagi warga Gunung Tumpang Pitu untuk menyampaikan aspirasi dan rekomendasinya terkait sikap pro dan kontra pada aktivitas pertambangan emas di Gunung Tumpang Pitu Kabupaten Banyuwangi.

Sore kemarin , Jumat (28/2), perwakilan  masyarakat  yang kontra terhadap aktivitas pertambangan emas oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Damai Sukseindo (DSI) diundang langsung ke Grahadi untuk bertemu dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Heru Tjahjono, Kepala Dinas ESDM Setiajit dan juga jajaran terkait.

Melalui pertemuan itu, disampaikan poin-poin yang dipermasalahkan warga yang menolak adanya konsesi perluasan eksplorasi pertambangan  emas di kawasan Tumpang Pitu.

“Kami tadi sudah bertemu dengan warga yang tinggal di kawasan Gunung Tumpang Pitu, dan kami sudah mendengarkan alasan-alasan yang membuat mereka mendukung maupun yang menolak. Pemprov juga mendapat tanda tangan masyarakat, baik dari yang mendukung maupun yang menolak. Maka kedua elemen kami dengar rekomendasinya,” kata Khofifah, usai pertemuan.

Karenanya, untuk mengakomodir rekomendasi dua elemen masyarakat tersebut, maka Pemprov memutuskan untuk menurunkan tim dari inspektor tambang dan pengawas tambang guna menindaklanjuti secara objektif terkait permasalahan di kawasan pertambangan di Gunung Tumpang Pitu.

“Sebenarnya tanggal 18 Februari yang lalu,  baik yang mendukung maupun yang menolak tambang telah diterima Kepala Dinas ESDM. Lalu tanggal 19 tim inspektor tambang  dan pengawas pertambangan langsung  ke lokasi, sampai hari ini. Saat ini Pemprov mendalami semua masukan sambil menunggu hasil tim yang turun ke lokasi,” tegas Khofifah.

 

LEAVE A REPLY