Wakil Presiden Iran Terinfeksi Virus Corona

0
271
Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar.
Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar.

TEHERAN, Nawacita – Keganasan penyebaran virus Corona jenis baru, COVID-19, semakin mengkhawatirkan. Wakil Presiden Iran, Masoumeh Ebtekar, pun positif terinfeksi virus Corona.

Menurut media pemerintah setempat, IRNA, Jumat (28/2/2020), gejala yang dirasakan Ebtekar masih ringan dan belum dirawat di rumah sakit. Sang wakil presiden terinfeksi ketika penyakit itu telah membunuh 26 orang dan menginfeksi 245 orang lainnya.

Ebtekar adalah Wakil Presiden Iran untuk urusan wanita dan keluarga.  Dia juga dikenal sebagai juru bicara bahasa Inggris “Mary” untuk para penyandera pada 1979 yang merebut kantor Kedutaan AS di Teheran dan memicu krisis diplomatik 444 hari.

Baca Juga: Italia Remehkan Virus Corona, Korban Terus Bertambah

Pengumuman tentang Ebtekar yang terinfeksi virus Corona muncul dua hari setelah Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi juga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Padahal Harirchi merupakan sosok sentral yang bertugas untuk mengatasi wabah virus Corona di negeri para Mullah itu.

Harirchi terlihat berkeringat dan tampak tidak nyaman saat konferensi pers tentang virus itu dua hari lalu. Dia telah memposting video secara online yang mengonfirmasi bahwa dia terinfeksi virus dan melakukan isolasi sendiri di rumah.

Baca Juga: Arab Saudi Hentikan Izin Umrah Terkait Virus Corona

Episentrum virus di Republik Islam Iran adalah kota suci Syiah Qom, di mana ada sebuah kuil terkenal yang tetap terbuka meskipun pemerintah meminta agar ditutup. Tetapi pihak berwenang, termasuk Presiden Hassan Rouhani, mengatakan Iran tidak memiliki rencana untuk mengkarantina kota dan distrik apa pun meskipun ada peningkatan tajam jumlah kasus infeksi dalam waktu singkat.

Juru bicara kementerian kesehatan Kianush Jahanpur mendesak warga Iran untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu di dalam negeri. Pemerintah telah memperpanjang selama satu minggu penutupan bioskop dan larangan sementara acara budaya dan konferensi.

Pemerintah Iran telah melarang warga China memasuki negara itu. China merupakan asal atau negara pertama yang mendeteksi keberadaan COVID-19.

sdnws.

LEAVE A REPLY