Komisi VI Pertanyakan Dua Wamen BUMN Rangkap Jabatan

0
134

Jakarta, Nawacita – Langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir yang menempatkan dua wakilnya, Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo merangkap jabatan sebagai komisaris di sejumlah perusahaan pelat merah, dikritik DPR RI.

Kritikan tersebut dilontarkan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam saat melakukan rapat kerja (raker) dengan Kementerian BUMN di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Menurut dia, penempatan Wamen BUMN di posisi komisaris perusahaan BUMN kurang tepat.

“Fungsi komisaris kan salah satunya melakukan pengawasan, sebagai wamen kan sudah jadi kewajiban mereka. Tugas Wamen juga sudah luar biasa, Pak Budi mengawasi 48 sektor, dan Pak Tiko juga mengawasi 73 sektor,” kata Mufti dalam raker tersebut.

Karena wamen dan komut mempunyai tugas dan fungsi yang sama, maka Mufti menilai jika rangkap jabatan tersebut menjadi sia-sia saja. Padahal, lanjut politikus PDIP ini, jabatan komut tersebut seharusnya bisa diberikan kepada orang lain yang lebih kompeten dan kredibel.

“Apakah kekurangan talenta yang mumpuni, sehingga rangkap jabatan. Harapan kami dengan hadirnya BUMN ini bisa memberikan kesempatan kepada yang muda, yang pintar-pintar, diberikan ruang untuk berekspresi, berdedikasi bagi bangsanya,” ujarnya.

Sebelumnya, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), yang digelar pada Selasa (18/2/2020), menetapkan Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama, menggantikan Andrinof A. Chaniago.

Sementara itu Budi Gunadi Sadikin telah dipilih menjadi Wakil Komut PT Pertamina (Persero), yang akan mendampingi Komut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebelum menjadi Wamen BUMN, Budi juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Inalum (Persero).

RSA

LEAVE A REPLY