Kopi Ganja, Produk Baru Bulog

0
184
Ilustrasi Kopi Ganja.
Ilustrasi Kopi Ganja.

JAKARTA, Nawacita – Semakin inovatif, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog)  memperkenalkan produk terbarunya, Kopi Ganja. Kopi Ganja ini diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran kedai Jenderal Kopi Nusantara Buwas pada hari ini.

Namun, meski dinamai Kopi Ganja, produk ini tak berkaitan dengan tanaman psikotropika ganja atau mariyuana yang diharamkan pemerintah. Kopi ganja merupakan akronim dari Kopi Gayo-Jawa.

Meski demikian, Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengaku bahwa Kopi Ganja memang terinspirasi dari tanaman ganja yang ada di Aceh. Ketika dirinya masih bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN), dia melihat banyak sekali tanaman ganja yang tumbuh subur di Aceh.

Baca Juga: Tanaman Kopi Belum Maksimal, Tren Ekspor Hanya Tumbuh 5 Persen

Bahkan, kata pria yang akrab disapa Buwas itu, ganja asal Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Oleh karena itu, dirinya pun sangat penasaran apa yang membuat ganja asal Indonesia begitu populer di dunia.

“Ganja Indonesia ini number one di dunia. Sumbernya dari Aceh. Begitu saya pelajari ternyata tanahnya udaranya, ketinggiannya sangat baik untuk ditanam ganja,” ujarnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
Baca Juga: Sekilas Sejarah Kopi Dalam Perekonomian Indonesia

Hanya saja lanjut Buwas, dirinya menginginkan produk lain untuk dikembangkan menggantikan ganja yang bisa terkenal secara internasional. Salah satu yang paling menarik perhatiannya adalah pengembangan kopi.

“Akhirnya program alternatif development itu saya laksanakan di Aceh dibantu teman-teman BNN. Akhirnya di situ pendek cerita saya berhasil melaksanakan alternatif perkebunan itu dengan tanaman kopi,” jelasnya.

Sebenarnya lanjut Buwas, pengembangan kopi di tanah tempat ganja di taman ini dirinya pelajari dari Kolombia. Karena ketinggian 1.200-1.400 meter sangat bagus untuk kopi dan hasilnya berkualitas, “Saya belajar di Kolombia. Saksinya banyak teman-teman saya di BNN. Di situlah saya belajar bagaimana menangani narkotika,” jelasnya.

sdnws.

LEAVE A REPLY