Bawaslu Warning Semua Komisioner KPU di Provinsi dan Kabupaten

0
219
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin usai menghadiri acara refleksi pemilu serentak 2019 dan persiapan pemilihan serentak 2020, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2020. Foto: Yaqin
Jakarta, nawacita – Anggota Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengingatkan seluruh jajaran KPU dan Bawaslu dari pusat hingga daerah supaya kesalahan tersangka dugaan korupsi eks komisioner KPU Wahyu Setiawan tidak kembali terulang.
“Itu pengingat kita semua, kita punya indeks kerawanan, dimensi indeks kerawannan itu soal penyelenggara, tentu semuanya ya,” kata Afif usai menghadiri acara refleksi pemilu serentak 2019 dan persiapan pemilihan serentak 2020, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2020.
Afif mewanti-wanti kepada penyelenggara pemilu untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Menurutnya, kasus yang menjerat Wahyu bisa dijadikan contoh agar tidak serampangan dalam bertindak.
Terlebih, kata Afif pada pemilu kepala daerah 2020 nanti penyelenggara pemilu di daerah akan lebih dominan dalam mengambil keputusan. Maka jika masih bermain-main tidak menutup kemungkinan akan bernasib seperti Wahyu.
“ini menjadi bagian yang harus kita ingatkan lagu ke semua jajaran baik KPU/Bawaslu, kita melihat ini sebagai pengingat lebih hati-hati, apalagi titik pengambilan kebijakan pilkada ini di daerah lebih dominan, teman-teman KPU/Bawaslu kabuoaten, provinsi punya kewenangan yang lebih untuk mengatur mekanisme,” warning Afif.
Sementara itu, Afif berharap KPU RI bersikap kooperatif terhadap KPK dalam menyikapi kasus Wahyu Setiawan. Dia mendukung KPK untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Terkait pemanggilan KPK kepada anggota KPU Hasyim Asari pada Sealasa 22 Januari 2020 kemarin, Afif mengaku itu hal yang wajar dan KPK perlu didukung.
“Nggak apa-apa, pokoknya siapapun yang menurut KPK perlu dimintai keterangan, ya silahkan saja,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wahyu Setiawan bersama tiga orang lain sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait mekanisme PAW.

Ketiga orang itu ialah Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan Saeful dari pihak swasta yang diyakini tercatat sebagai anggota PDIP.

Penetapan tersangka itu merupakan hasil dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah pada 8 Januari 2020. Hanya saja, tim penindakan KPK tidak berhasil menangkap Harun hingga saat ini.

Caleg PDIP Harun Masiku diduga menyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan untuk memuluskan langkahnya menjadi anggota legislatif menggantikan kader lain dari PDIP, Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia. yaqin

LEAVE A REPLY