Pendaftar CPNS Kejati Capai 1.816 Orang

0
153
Ilustrasi Pendaftar calon jaksa dan non Jaksa di Kejaksaan Tinggi.
Ilustrasi Pendaftar calon jaksa dan non Jaksa di Kejaksaan Tinggi.

MAKASSAR, Nawacita – Pendaftar calon jaksa dan non Jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel ramai peminat. Sebanyak 1.816 orang pendaftar dari wilayah ini siap memperebutkan enam ribuan kuota secara nasional.

“Kita di Kejati Sulsel ini cukup banyak peminatnya, ada 1.816 orang termasuk calon jaksa sekitar 377 orang selebihnya CPNS non hukum,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sulsel, Idil kepada wartawan.

Selain 377 CPNS calon jaksa sendiri, kata Idil untuk CPNS kejaksaan non hukum tercatat ada 799 pengawal tahanan, 551 pengemudi mobil tahanan, sembilan orang auditor, lima orang pengolah data perkara dan putusan serta 14 orang pranata komputer.

Baca Juga: Lokasi Ujian SKD CPNS Pertimbangkan Kemudahan Peserta

Sementara itu untuk calon pegawai lainnya Idil menyebut ada enam orang pendaftar untuk calon perawat, lima orang bidan, dua orang dokter, tiga orang apoteker, empat orang asisten apoteker empat dan dua orang petugas laboratorium kesehatan.
Baca Juga: 18.433 Peserta CPNS Lulus Seleksi Administrasi Kementerian LHK

Untuk tahapan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil di Kejaksaan kata dia, rencananya akan mulai digelar pada awal atau pertengahan Februari, namun lantaran masih menunggu kabar dari Pusat, ia sendiri masih belum tau jadwal pastinya.

“Kabarnya itu Februari, untuk tanggal dan harinya saya belum tau, sementara tunggu informasi dari pusat,” jelasnya. Sebelumnya dalam sambutannya pada penerimaan nomor tes pada 7 Januari lalu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Firdaus Dewilmar berharap semua calon peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik.

“Saya harap ketika kalian semua sudah memutuskan untuk menjadi pegawai negeri sipil di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia, maka kalian harus betul-betul mempersiapkan diri tidak hanya rohani dan jasmani. Tidak hanya persiapan akademik saja, melainkan persiapan psikis dan mental,” ujar Kajati.

sdnws.

LEAVE A REPLY