Wahyu Widodo Sayangkan Sayembara Hanya Buka 10 Hari

0
271

Surabaya, Nawacita- Sayembara pembuatan maskot, jingle dan mars untuk Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sempat disoroti salah satu juri. Sebab, sayembara itu hanya diikuti sedikit peserta. Untuk peserta lomba maskot diikuti 34 peserta. Sedangkan peserta mars hanya 16 orang dan 28 peserta untuk jinggle.

Wahyu Widodo salah satu juri sayembara menyayangkan sedikitnya peserta yang mengikuti lomba. Menurutnya untuk sayembara seperti ini bisa diikuti lebih banyak peserta.

Laki-laki yang Akrab disapa Kokang ini beranggapan rentang waktu yang mepet menjadi penyebab sedikitnya peserta. Menurutnya waktu sepuluh hari untuk mengdakan sayembara tidak terlalu baik. Sebab peserta cenderung tergesa-gesa dalam mengerjakan.

“Ini termasuk sedikit pesertanya salah satunya penyebabnya waktu yang mepet,” ungkapnya.

Kokang juga membandingkan sayembara yang sama di provinsi berbeda. Ia mencontohkan saat Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Tengah dan Jakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya waktu yang disiapkan di dua provinsi tersebut terbilang cukup. Sehingga hasilnya bisa maksimal.

“Tanggal 19 Desember dibuka ditutup 29 Desember. Cuma sepuluh hari. Sedangkan di provinsi lain bisa 1-2 bulan. Selain itu juga pengumuman baru diunggah pada tanggal 19 malam. Orang melihat paginya. Berarti berkurang satu hari,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Subairy divisi Sosialisasi KPU Surabaya mengatakan bahwa sayembara dikejar waktu. Terutama pendanaan saat tutup tahun.

“Durasi waktu saja sehingga mepet tutup tahun,” ujarnya saat dihubungi via Whatsaap.

Sedangkan pemenang sayembara sudah diumumkan sejak 31 Desember lalu. Selain itu, sayembara tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Untuk kategori Maskot diperoleh Siska Wahyu Prasetyani asal Nganjuk. Kategori Mars disabet Dian Wahyu Hudiro asal Surabaya. Sedangkan Jinggle diraih oleh Fajar Setya Kurniaji asal Sampang.

(and)

LEAVE A REPLY