Pemindahan Ibu Kota Negara, Jokowi Belajar dari Kota Masdar

0
146
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA, Nawacita – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung rencana pemerintah memindahkan Ibu Kota dari Jakarta menuju Kalimantan Timur. Hal tersebut disampaikan dalam forum Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) 2020, di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC), Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Dalam sambutannya, Jokowi menginginkan agar ibu kota baru Indonesia bisa lebih dinamis dan memiliki nilai sejarah. Selain itu, ibu kota baru harus bisa melambangkan identitas Indonesia di segala aspek. Selain itu, dirinya juga ingin agar pemindahan ibu kota ini bisa membantu mendongkrak ekonomi daerah sekitar. Karena selama ini, seluruh beban tersebut ditanggung seluruhnya oleh Jakarta.

Jakarta mewakili kota yang dinamis dan bersejarah yang melambangkan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur Indonesia. Jakarta telah menjadi salah satu kota yang memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia. Akan tetapi dalam membangun Indonesia sebuah negara yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau. Oleh karena itu, Presiden Jokowi ingin konsep pembangunan yang adil diperlukan agar pembangunan dapat adil bagi semua masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Jokowi Undang Dunia untuk Berinvestasi di Ibu Kota Negara Baru

“Konsep pengembangan ini adalah apa yang kami sebut Indonesia-sentris. Itulah sebabnya kami melakukan salah satu inisiatif paling berani dalam sejarah negara kami, membangun ibu kota baru dari bawah ke atas,” ujarnya mengutip halaman Setkab, di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Menurut Presiden Jokowi, ibu kota baru nantinya akan menjadi pameran teknologi dan cara hidup paling maju. Artinya meskipun canggih, ibu kota baru ini bisa lebih ramah lingkungan. “Ini akan menjadi karya terbaik dalam efisiensi energi dalam inovasi dan kreativitas ramah lingkungan dan dalam kebahagiaan penghuninya,” ujarnya.

Dalam mengembangkan ibu kota baru itu, Presiden Jokowi mengaku akan belajar dari perintis perencana kota, termasuk tuan rumah Abu Dhabi Sustainability Week, yaitu Kota Masdar di Abu Dhabi dan lainnya. Oleh karena itu, pemerintah menunjuk Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) sebagai Dewan Pengarah pembangunan Ibu Kota Baru. Seperti diketahui, pemerintah akan memindahkan ibu kota dari Jakarta menuju Kalimantan.

Baca Juga: Jokowi Naikkan Beasiswa BP JAMSOSTEK tanpa Kenaikan Iuran

Meskipun menjadi dewan pengawas namun, Sheikh MBZ akan berada di bawah arahan langsung Presiden Joko Widodo. Nantinya, Sheikh MBZ akan memiliki dua anggota di dalamnya. Anggota pertama adalah Masayoshi Son dan yang kedua adalah Tony Blair. Masayoshi Son merupakan salah satu orang terkaya di Jepang, pendiri SoftBank dan Chief Executive Officer dari SoftBank Mobile.

Kemudian Tony Blair, adalah mantan Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007, ia pernah bertugas sebagai utusan Timur Tengah untuk PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia dengan salah satu tugas utamanya adalah menyelesaikan konflik Israel-Palestina. “Di ibu kota baru kami, kami mengundang dunia untuk menghadirkan teknologi terbaik dan inovasi terbaik serta kebijaksanaan terbaik,” kata Presiden Jokowi.

oknws.

LEAVE A REPLY