Dinkes Jatim : Wilayah Banjir Waspadai Penyakit Leptospirosis

0
239
Ilustrasi Daerah Terdampak Banjir.
Ilustrasi Daerah Terdampak Banjir.

SURABAYA, Nawacita Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mengingatkan masyarakat mewaspadai penyakit leptospirosis atau penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus di daerah rawan banjir. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Herlin Ferliana, banjir di beberapa wilayah menjadikan korban terdampak banjir rentan terserang penyakit.

Banjir itu, kata Herlin, menjadi salah satu ladang penularan penyakit leptospirosis. Air genangan banjir bisa membawa kencing tikus dan menularkan leptospirosis. “Ini akibat kuman yang dibawa tikus, biasanya kalau sudah banjir, urine tikus dibawa air jika tidak mengantisipasi memakai peralatan pelindung bisa masuk ke tubuh seseorang,” ungkap Herlin kepada RRI, Kamis (1/9/2020).
Baca Juga: Banjir di Jabodetabek dan Banten 66 Orang Tewas

Dirinya menambahkan, saat ini yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) adalah mengoptimalkan layanan kesehatan di daerah rawan banjir. Selain itu, Dinkes Kabupaten/Kota juga melatih petugas kesehatan agar paham dalam memberikan penanganan cepat terhadap korban terdampak banjir
Baca Juga: Viral Bupati Labura Jatuh ke Sungai saat Banjir Bandang

“Ada dua persiapan yang dilakukan di daerah bencana, masing-masing puskesmas tenaga kesehatannya dilatih memberikan pelayanan efek akibat banjir, yang perlu mendapatkan perhatian memang penyakit leptospirosis,” ujarnya. Dalam hal ini Herlin menekankan pentingnya menjaga kebersihan. Ada beberapa tips yang perlu menjadi perhatian bagi warga masyarakat terdampak banjir.

“Jangan lupa juga pentingnya peralatan yang melindungi badan, misal pakai sepatu bot, menjaga kebersihan, kalau kena air hujan selesai itu langsung mandi membersihkan badan,” paparnya.

Selain leptospirosis, Herlin juga meminta masyarakat mewaspadai penyakit gatal-gatal, maupun diare. Sebab itu ia menekankan pentingnya edukasi termasuk promotif dan preventif.

rrinws.

LEAVE A REPLY