PSI Apresiasi Kerja Sama Kemdikbud-Netflix untuk Memajukan Film Indonesia

0
128
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim

Jakarta, Nawacita – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi langkah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang bermitra dengan Netflix untuk memajukan perfilman Indonesia. Dalam kerja sama tahap pertama ini, Netflix akan mengadakan pelatihan untuk 15 penulis naskah film Indonesia di Hollywood, Amerika Serikat.

“Kami mengapresiasi langkah Mendikbud yang menggandeng Netflix untuk bersama-sama menumbuhkan ekosistem perfilman Indonesia. Netflix memang mestinya dilihat sebagai distributor film dengan jangkauan luas yang mampu membantu mengenalkan film-film Indonesia ke lebih banyak penonton, baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar Juru Bicara PSI, Dara Nasution di Jakarta, Kamis (9/1/2020)

Menurut Dara, kemitraan dengan Netflix sebagai distributor film Indonesia sangat relevan mengingat ketersediaan bioskop di Indonesia yang masih terbatas dan terpusat di Pulau Jawa.

“Ibarat kita mau berjualan film Indonesia, bioskop itu adalah warungnya. Masalahnya, 69% bioskop di Indonesia itu letaknya di Pulau Jawa, itu pun kebanyakan di ibu kota provinsi. Jadi, film Indonesia rebutan penonton hanya di Pulau Jawa. Netflix bisa menjadi warung tambahan untuk memajang film-film Indonesia sambil juga layar bioskop yang terus ditambah,” terang Dara.

Dara juga menambahkan bahwa tidak tepat jika ada yang memposisikan Netflix sebagai musuh dari karya anak bangsa sehingga film buatan Netflix (Netflix Original) mesti dibatasi demi mendahulukan film Indonesia. Dia mengatakan, logika proteksionisme yang takut bersaing semacam ini sudah ketinggalan zaman.

“Kalau ingin memajukan perfilman Indonesia, harus ada komitmen membangun ekosistemnya, tidak bisa main larang-larang saja. Memangnya, film yang bagus turun dari langit? Negara-negara yang industri filmnya kuat, seperti AS dan Korea Selatan itu bisa maju karena didukung oleh pemerintah,” kata dia.

Caranya, ujar Dara, bisa bekerja sama dengan pihak swasta, seperti yang ditempuh dengan Netflix ini. Cara lain, bisa juga dengan memperjelas regulasi. “Undang-undang Perfilman kita sudah 10 tahun umurnya, tetapi belum memiliki Peraturan Pelaksana (PP). Akhirnya, hanya menjadi naskah yang tidak memilii kekuatan apa pun,” kata Dara.

Selain mengadakan pelatihan penulisan naskah film, program kerja sama Netflix dengan Kemdikbud juga meliputi kompetisi film pendek, online safety training programme, dan juga agile governance workshops bersama World Economic Forum.

Brt 1

LEAVE A REPLY