OJK KR4 Jatim Gandeng 5 Perguruan Tinggi Luncurkan Program Si-Pinter

0
215

Surabaya, Nawacita – OJK KR4 Jatim luncurkan program Si-Pinter Keuangan Jatim yang merupakan akronim Sistem Informasi dan Pelatihan Inklusi & Literasi Keuangan Jatim.

Program ini tindak lanjut dari Pelatihan, Literasi dan Inklusi (PETIK) Keuangan pada 5 November 2019 di Unair yang dilanjutkan penandatanganan MoU antara Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FKLJKD) Jatim dengan 5 universitas Antara lain Unair Surabaya, Unusa Surabaya, Universitas Negeri Jember, Universitas Kadiri, dan Unmuh Malang. Diharapkan pelaku industri jasa keuangan di Jatim dapat berkontribusi meningkatkan edukasi kepada mahasiswa.

Program Si-Pinter Keuangan Jatim untuk pertama kalinya diluncurkan di Auditorium Utama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Si-Pinter Keuangan Jatim merupakan program kerjasama OJK, Unusa dan FKLJKD yang diresmikan Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito.

Juga dilakukan peresmian Accounting & Financial Center (AFC) oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. AFC adalah pusat kegiatan edukasi dan penyebaran informasi akuntansi dan keuangan bagi civitas akademika Unusa, universitas lainnya di Surabaya serta santri pondok pesantren asuhan Unusa.

Pelaksanaan edukasi dalam program Si-Pinter Keuangan di Unusa dilakukan bergantian oleh OJK dan Lembaga Jasa Keuangan Jatim secara berkala. Outcome yang diharapkan dari Si-Pinter Keuangan Jatim antara lain :

Lembaga Jasa Keuangan Jatim melakukan edukasi kepada mahasiswa dan civitas akademika Unusa, universitas lainnya di Surabaya serta santri ponpes asuhan Unusa mengenai lembaga keuangan, produk dan jasa keuangan serta manfaat dan risiko produk jasa keuangan.

Masyarakat Jatim diharapkan memiliki kemampuan yang luas mengenai lembaga keuangan serta produk dan jasa keuangan. Memiliki keterampilan menilai manfaat dan risiko produk jasa keuangan, serta memiliki keyakinan terhadap lembaga maupun produk dan jasa keuangan.

Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat intelektual yang memiliki idealisme tinggi diharapkan menjadi duta literasi keuangan kepada masyarakat Jatim. Serta Peningkatan literasi dan inklusi keuangan pengguna Si Pinter Keuangan Jatim.

Sarjito mengatakan, OJK melakukan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan di 2019. Hasilnya, indeks inklusi keuangan nasional mencapai 76,19%, melampaui target yang ditetapkan dalam Perpres No. 82/2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebesar 75%.

Untuk Jatim, indeks literasi dan indeks inklusi keuangan 2019 membaik menjadi 48,95% dan 87,96% dibanding 35,6% dan 73,2% sesuai hasil survei 2016. “Namun indeks literasi dan indeks inklusi keuangan pada sektor Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank belum mengalami pertumbuhan secara signifikan,” katanya, disela-sela peluncuran program SI- PINTAR, Kamis (12/12/2019).

Angka pertumbuhannya, lanjut Sarjito, untuk Pasar Modal, indeks literasi (4,92%) dan indeks inklusi (1,55%). Perasuransian, indeks literasi (19,40%) dan indeks inklusi (13,15%). Lembaga Pembiayaan, indeks literasi (15,17%) dan indeks inklusi (14,56%). Serta Pegadaian, indeks literasi (17,81%) dan indeks inklusi (12,38%).

“Kami berharap agar tindak lanjut peluncuran program Si-Pinter Keuangan ini dilaksanakan secara konsisten dan program serupa dapat dilakukan. Terutama di universitas lain yang telah menandatangani MoU di Jatim, sehingga slogan untuk menjadikan Jatim Well Financial Literate benar-benar dapat terwujud,” pungkas Sarjito.

Dalam kegiatan itu juga ada talkshow dengan narasumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, salah satu manajer investasi dan PT Kredit Pintar Indonesia, salah satu perusahaan penyelenggara layanan fintech peer to peer lending yang telah memperoleh izin usaha dari OJK.

Dengan talkshow interaktif itu diharapkan dapat menambah wawasan generasi millenial dalam hal literasi dan inklusi keuangan generasi millenial. Sehingga dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk mempelajari sektor keuangan dengan cepat dan menerapkannya ke dalam kehidupan.

Dny

LEAVE A REPLY