Bahlil Jadi Kepala BKPM, Hipmi Jatim Beber Peluang Investasi di Daerah

0
409
Sekum BPD Hipmi Jatim Chandra P Wellyanto (dua dari kiri). foto : istimewa
Sekum BPD Hipmi Jatim Chandra P Wellyanto (dua dari kiri). foto : istimewa

 

 

Surabaya, Nawacita – Presiden RI Joko Widodo resmi menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). BPD Hipmi Jawa Timur langsung menyambutnya dengan memberikan sejumlah tantangan serta peluang ekonomi agar merata di daerah-daerah.

Sekretaris Umum BPD Hipmi Jawa Timur, Chandra P Wellyanto mengucapkan selamat atas pelantikan Ketua Dewan Pembina BPP Hipmi Bahlil Lahadalia sebagai Kepala BPKM yang baru. Chandra menyebut, ada banyak tantangan bagi BKPM untuk 5 tahun kedepan. Karena diketahui bersama tidak mudah meningkatkan investasi. Baik itu yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Hal itu disebabkan tingginya persaingan antar negara dalam mendapatkan investasi.

“Kami berharap di tangan Abang Bahlil Lahadalia ini, BKPM bisa membangun peningkatan investasi yang dimulai dari daerah-daerah untuk memperkuat ekonomi dalam negeri,” cetus Chandra, Rabu (23/10/2019).

Bahlil Lahadalia.
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Untuk mendukung hal itu, perlu diciptakan sebuah iklim yang kondusif bagi pengusaha lokal sebagai jalan menyempurnakan hal-hal yang terkait dengan penciptaan iklim investasi. “Kami optimistis investasi dapat bergairah di awal 2020. Jika semuanya bisa terkoodinir dengan tepat dan cepat antara pemerintah pusat dengan daerah,” papar Chandra.

Karena seperti diketahui, saat ini ada tiga motor pertumbuhan ekonomi baru yang akan berdampak ke investasi. Pertama, industri smelter atau pengolahan logam. Kedua, sektor ekonomi digital karena merebaknya e-commerce baik market place maupun moda transportasi online dan sebagainya. Ketiga, sektor pariwisata dan gaya hidup sejalan dengan rencana Presiden RI Jowo Widodo yang akan membuat 10 Bali baru. “Misalnya, Kami di Jawa Timur yang dikenal sebagai sentral ekonomi Indonesia Timur bisa bersinergi lebih intens dalam penguatan tiga hal peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut,” pungkas pengusaha manufaktur alas kaki ini.  bdo

 

LEAVE A REPLY