Dosen Komandoi Rencana Kerusuhan di Aksi Mujahid 212

0
357
Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI.
Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI.

TANGERANG, Nawacita – Polisi telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka rencana kerusuhan pada aksi Mujahid 212. Seluruh tersangka diamankan pada Sabtu, 28 September 2018 di wilayah Cipondoh kota Tangerang.

Mereka juga diketahui memiliki peranan berbeda dalam kerusuhan yang rencananya akan dilakukan setelah matahari terbenam.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh wartawan, seluruh rencana tersebut dikomandoi oleh SS (61) yang berprofesi sebagai dosen. SS bertindak sebagai koordinator kelompok untuk membuat kerusuhan dengan bom molotov dan granat nanas. SS juga menentukan target yang akan dilempari bom molotov.

Baca Juga: Siapakah di Balik Massa Pelajar Demo di DPR?

SS kemudian merekrut OS (42) yang bertindak sebagai eksekutor yang akan melempar bensin dan bom molotov. OS juga bertindak sebagai pengantar bahan peledak berupa granat nanas yang diterima dari SS kepada Y yang saat ini masih dalam daftar pencarian orang.

Selain itu, OS juga merekrut AU (43) dan YF (50) untuk membantu OS melakukan eksekusi. AU dan YF juga menerima sejumlah uang dari SS yang diterima melalui OS.

Baca Juga: Benarkah? Demo Mahasiswa Ditunggangi Unsur Politik, Simak Kronologinya

Sementara itu, bom dan molotov yang akan digunakan disiapkan oleh S alias Laode (30). S mengaku membuat bom tersebut dibantu oleh teman-temannya. Selain membuat bom, S juga membuat skenario kerusuhan atas perintah SS serta mempersiapkan massa perusuh untuk mengikuti aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI.

Baca Juga: Akses Menuju Istana Ditutup, Massa Aksi Mujahid 212 Tertahan

Polisi juga mengamankan AB (44) yang merupakan dosen IPB dan memberikan perintah untuk membuat bahan peledak jenis bom molotov. AB kemudian menyimpan bom molotov tersebut di rumahnya. Polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa 29 bom molotov dari kediaman AB dan juga selongsong amunisi gas air mata dari kediaman S alias Laode.

oknws.

LEAVE A REPLY