Tren Naik Kereta, KAI Optimis Angkut 450 Juta Orang

0
337
Tren Naik Kereta, KAI Optimis Angkut 450 Juta Orang.
Tren Naik Kereta, KAI Optimis Angkut 450 Juta Orang.

JAKARTA, Nawacita – PT Kereta Api Indonesia (Persero) optimistis dapat menembus target okupansi penumpang hingga 450 juta orang sepanjang 2019 atau tumbuh sekitar 5% dari pencapaian tahun sebelumnya yang mencapai 425 juta orang.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro menuturkan sikap optimis tersebut melihat kinerja selama Semester I/2019 yang dianggap sesuai rencana.

“Yang penting kami bisa mengangkut penumpang tahun lalu 425 juta penumpang, tahun ini mungkin 450 juta penumpang,” tuturnya, di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Baca Juga: PT KAI Memberikan CSR Dump Truck Kepada Pemkot Surabaya

Secara kinerja, terangnya, selama semester I/2019 sudah memenuhi ekspektasinya. Dalam laporan, jumlah penumpang pada semester I/2019 terjadi peningkatan sebesar 2% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pada semester I/2019 telah melayani 210,7 juta penumpang. Adapun, pada Semester I/2018 telah melayani 207 juta penumpang.

Pada 2016, KAI mengangkut 352,3 juta penumpang dan meningkat pada 2017 dengan pertumbuhan sebesar 12% menjadi 394,1 juta penumpang. Lonjakan penumpang berlanjut pada 2018 dengan jumlah total 425 juta penumpang atau naik 8%.

Dia menuturkan peningkatan terjadi pada pengguna Kereta Wisata. Selain dari carter, imbuhnya, pertumbuhan volume penumpang kereta wisata disebabkan tiket Kereta Wisata yang dijual perorangan yaitu Kereta Priority.

Baca Juga: PT KAI Memberikan Tiket Gratis Naik Kereta Api Lokal dan Perintis

Kereta mewah dengan kapasitas 28 penumpang itu, lanjutnya, dirangkaikan pada KA Argo Parahyangan, KA Argo Muria, dan KA Jarak Jauh lainnya. Peminatnya cukup tinggi terutama pada hari-hari libur dan akhir pekan.

Selain itu, imbuhnya, peningkatan penumpang pada semester ini terjadi pada Angkutan Lebaran 2019 yang realisasinya melampaui target yakni 5,6%.

Pada masa tersebut terjadi kenaikan penumpang yang signifikan, yakni sebesar 9,2 persen, dari 6,2 juta orang pada 2018 menjadi 6,8 juta orang pada 2019.

bsnws.

LEAVE A REPLY