NASA dan ESA Bergabung Untuk Belokkan Asteroid yang Akan Tabrak Bumi

0
300
Ilustrasi

Nawacita.coDeretan peneliti asterois serta insinyur pesawat ruang angkasa dari Amerika Serikat, Eropa, dan dari seluruh penjuru dunia akan berkumpul.

Bukan sembarangan, mereka berkumpul di Roma untuk tujuan ambisius, yakni membelokkan asteroid di antariksa.

Misi gabungan dari deretan agensi antariksa dunia seperti ESA dan NASA ini, dikenal dengan Asteroid Impact Deflection Assessment, atau AIDA. AIDA merupakan teknik pembelokan orbit asteroid bernama Didymos yang akan melintasi Bumi dan Mars.

Pembelokan ini dilakukan dengan cara menabrakkannya dengan sebuah pesawat ruang angkasa.

Tujuan dari perkumpulan ini tentu, untuk menguji apakah teknik ini layak. Pasalnya beberapa hal memang harus dibicarakan, mulai dari survei lokasi penabrakan asteroid, hingga dampak pasca pembelokan dengan teknik menabrak ini.

Dalam misi AIDA, NASA mengembangkan DART yakni sebuah pesawat ruang angkasa yang akan ditabrakkan dengan asteroid. Saat ini sendiri, pesawat ini telah masuk ke tahap konstruksi.

Rencananya, pesawat ini akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2021 mendatang, untuk bertabrakan dengan targetnya pada September 2022.

Akan terbang bersama DART adalah sebuah satelit miniatur buatan Italia bernama CubeSat dan LICIACube, untuk merekam semua momen tabrakan asteroid ini.

Sementara untuk ESA, agensi antariksa Eropa ini akan melancarkan misi bernama Hera, yang melakukan survei close-up kepada asteroid pasca tabrakan. Hal ini berupa pengukuran massa asteroid, pengecekan bentuk kawah, dan sebagainya.

Hera ini juga akan membawa satelit mini CubeSat untuk melakukan penyelidikan radar.

Hasil dari penelitian Hera digunakan para ilmuwan untuk membuat tabrakan dengan efisiensi lebih baik. Tentu, ini adalah persiapan jika ada asteroid yang orbitnya jauh lebih mengancam Bumi untuk dihantam.

Didymos adalah sebuah sistem asteroid yang dekat Bumi, berukutan 780 meter. Jika dibandingkan, ukurannya mirip dengan Piramida Mesir. Asteroid ini punya sebuah bulan kecil dengan diameter 160 meter, sehingga diberi nama Didymos yang dalam bahasa Yunani berarti kambar.

Asteroid yang ditemukan pertama kali tahun 1996 ini, diklasifikasikan sebagai yang berpotensi berbahaya untuk menghantam Bumi.

Didymos dipilih karena massa dan gravitasi yang kecil dari tubuh asteroidnya. Hal ini membuat orbitnya paling mungkin untuk dibelokkan dengan cara tabrakan.

merdeka

LEAVE A REPLY