250 Milyar Untuk Maju Pilwali Surabaya, Mau ???

0
264

Surabaya, Nawacita – Lembaga penelitian politik Surabaya Survei Center (SSC) menyebut biaya politik di Surabaya  cukup tinggi.

Direktur SSC, Mochtar W Oetomo mengkalkulasi, tiap orang yang ingin bertarung di Pilwali Kota Surabaya 2020 harus menyiapkan minimal anggaran sekitar 250 miliar.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa pencalonan Walikota di Surabaya  membutuhkan anggaran sangat besar,” kata Mochtar ketika ditemui di sela diskusi bersama wartawan.

Anggaran sebesar itu di antaranya terbagi pada beberapa tahap. Yakni, sejak saak pencalonan, kampanye, pemungutan suara, hingga proses rekapitulasi suara.

Di dalam proses pencalonan, bakal calon walikota mengeluarkan biaya untuk melamar partai politiksebagai pengusung.

Harga yang harus dikeluarkan bagi bakal calon wali kota untuk partai bervariasi. Biasanya, bergantung kursi masing-masing partai.

“Kalau satu kursi dihargai sekitar 1 miliar rupiah, maka bisa diketahui berapa yang harus dikeluarkan oleh calon walikota untuk membeli rekom partai,” katanya.

Baca Juga  Ini Tantangan Untuk Wujudkan Surabaya Modern

Tak berhenti di situ, untuk biaya kampanye di kota sebesar Surabaya para kandidat juga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Di antaranya, untuk menyiapkan Alat Peraga kampanye (APK).

“Termasuk iklan di media. Mau tidak mau, untuk kota sebesar Surabaya, harus punya modal,” katanya.

Selesai dengan tahapan sebelum pemungutan, calon walikota harus menghadapi proses pemungutan suara.

Pada tahapan ini calon walikota harus menyiapkan dana saksi untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya yang juga cukup besar. Berdasarkan pemilu 2019 saja, jumlah TPS mencapai 8.144 TPS.

“Pengawalan suara di TPS juga menjadi penting dan ini memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” katanya.

Baca Juga  Wali Kota Penerus Risma Harus Bisa Bawa Persebaya Kembali Berjaya

Menurut Mochtar, uang yang dikeluarkan oleh calon kepala daerah di Surabaya lebih tinggi dibandingkan Calon Legislatif untuk DPRD provinsi dari Dapil Jawa Timur.

“Untuk Caleg DPRD Jatim, butuh anggaran senilai Rp3-5 miliar rupiah,” jelasnya.

Dengan besarnya jumlah modal yang dibutuhkan tersebut, tak mengherankan apabila setiap kebijakan walikota Surabaya terpilih nantinya juga rawan dengan konflik kepentingan.

“Tentu, selain menyelesaikan janji, walikota terpilih nantinya juga harus mengembalikan modal yang dikeluarkan tersebut dan ini memang menjadi tantangan besar,” katanya.

Untuk diketahui, Surabaya menjadi satu di antara daerah yang akan menyelenggarakan pemilu pada 2019 mendatang. Selain Surabaya, ada 18 daerah lain di Jawa Timur yang juga akan melaksanakan Pilkada yang rencananya akan dilangsungkan pada September 2020 nanti. Ss

LEAVE A REPLY