Pencapaian Kemenhub Targetkan PNBP Rp 1 Triliun

0
943
Dirjen-Perhubungan-Darat-Kementerian-Perhubungan-Budi-Setiyadi.
Dirjen-Perhubungan-Darat-Kementerian-Perhubungan-Budi-Setiyadi.

JAKARTA Nawacita — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis digitalisasi sertifikat registrasi uji tipe (e-SRUT) dan bukti uji lulus berkala elektronik (BLUe). Ditargetkan hal itu mampu mendongkrak pendapatan negara bukan pajak (PNBP) di atas Rp 1 trilun selama 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, digitalisasi sertifikasi e-SRUT dan BLUe dilakukan guna meningkatkan pelayanan pengurusuan uji kendaraan bermotor. Melalui versi digital, seluruh proses SRUT dipastikan dapat dilakukan tanpa tatap muka.

Baca Juga : Kemenhub, Kemenkes dan Prov Jatim Tandatangani MoU RS Terapung.

“Ini percepat e-SRUT jadi BNPB yang besar, 1-2 hari targetnya Rp 800 miliar. Sampai akhir tahun targetnya Rp 1 triliun,” ujar Budi kepada wartawan di Kemenhub, Jakarta, Jumat (23/8).

Dia juga mendorong kerja sama dengan kepolisian sehingga ketika e-SRUT belum diterbitkan maka polisi dapat menindaklanjutinya. Sehingga ke depan, kata dia, e-SRUT dengan perusahaan bakal menjadi satuan paket.

Untuk tahap awal, semua SRUT untuk sepeda motor sudah harus e-SRUT. Sedangkan untuk mobil bakal menyusul keseluruhannya pada Oktober mendatang. Sementara itu untuk penerapan BLUe, dia berharap realisasinya bakal mengurangi pemalsuan buku fisik tersebut.

Baca Juga : Kemenhub Optimalkan Layanan Terminal Jadi Wilayah Bebas Korupsi

“Harapannya kita bisa kurangi kendaraan-kendaraan yang kelebihan dimensi atau overdimension,” ujarnya.

Berdasarkan catatannya, saat ini kendaraan yang sudah BLUe baru ada di 38 tempat Dinas Perhubungan baik itu di kabupaten dan kota, atau di tujuh provinsi. Dia menargetkan hingga akhir Desember akan ada 200 Dinas Perhubungan di kabupaten dan kota yang bakal menerapkan BLUe.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan, seluruh proses nantinya akan mendapatkan izin secara digital dan akan transparan serta terintegrasi dalam jaringan. Menurut dia, uji berkala merupakan syarat kendaraan apakah sesuai dengan asas safety berkendaraan.

“Kedua uji berkala ini syarat, bagaimana meihat terutama mobil sesuai dengan asas safety-nya,” ujar dia.

rp

LEAVE A REPLY