Mitigasi Kemarau, Kementan Akan Kejar Target

0
497
Dirjen Tanaman Pangan Suwandi
Dirjen Tanaman Pangan Suwandi

JAKARTA Nawacita — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus berupaya mengurangi dampak kemarau. Hal ini dilakukan dengan mengejar target produksi pangan 2019 di Jawa Barat dan Banten.

Karena itu, Selasa kemarin (6/8), Kementan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama penanggungjawab Program Upaya Khusus (Upsus) kabupaten di Jawa Barat dan Banten.

Rakor tersebut dipimpin langsung Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi. Hadir Aster Kasdam III Kodam Siliwangi, Kolonel Arh G.T.H. Hasto Respatyo, Kepala Badan Karantina, Ali Jamil, Kepala BPSDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jabar, Hendi Jatnika, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dandim se Jawa Barat dan kepala dinas pertanian kabupaten/kota.

Baca Juga : Musim Kemarau, Produksi Beras Nasional Diprediksi Turun 2 Juta Ton

Dirjen Tanaman Pangan Suwandi mengapresiasi surplus luas tanam padi bulan Oktober-Juli 2018/2019 ini dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, ia meminta kepala dinas dan pihak terkait agar dapat dihitung produksi tahun 2019 mengingat sisa waktu hanya dua bulan lagi.

“Bulan Agustus dan September ini kita harus pacu luas tambah tanamnya agar bisa dihitung panen di bulan November dan Desember tahun ini,” ujarnya.

Suwandi optimis luas tambah tanam dapat ditingkatkan sebab saat ini sudah ada 8 Kabupaten di Pantura yang sedang percepatan tanam padi gogo seluas 56 ribu hektar. Sedangkan untuk diluar 8 kabupaten tersebut agar cari lahan yang bisa ditanami bulan Agustus dan September ini yang tanahnya sudah macak-macak.

Baca Juga : Destinasi Wisata Liburan Musim Panas di Jepang

“Ini tantangan kita bersama bagaimana kita ubah kebiasaan mereka di MT III lahan dibiarkan kosong menjadi dimanfaatkan untuk tanam padi gogo,” bebernya.

Luas tambah tanam juga dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan potensi galengan. Yakni dimanfaatkan dengan menanam kedelai di pematang, sehingga swasembada kedelai pun bisa dicapai.

“Kita harus berkomitmen bersama untuk swasembada kedelai. Tahun ini ada program Ditjen Tanaman Pangan untuk kedelai seluas 1 juta hektar. Mari kita optimalkan setidaknya tingkatkan produktivitas sesuai riset Litbang sampai mencapai 3,5 ton per hektar,” terangnya.

“Bahkan di Bantul bisa mencapai 5,4 ton per hektar dengan varietas Anjasmoro. Tugas kita nantinya merumuskan tata niaga hilirisasi kedelai yang menguntungkan bagi petani,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Suwandi meminta bagi kabupaten yang target tanamnya masih minus agar dicek kembali updating pendataannya. Penanggung jawab Upsus agar aktif mencari sumber masalahnya.

“Terakhir ambil langkah solusi untuk menutup kekurangan target dengan tanam padi gogo bulan Agustus September ini,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jabar, Hendi Jatnika menegaskan meskipun saat ini musim kemarau ternyata secara kumulatif tidak mempengaruhi produksi padi di Jabar. Terbukti luas tanam padi Oktober-Juli 2018/2019 seluas 1,89 juta ha naik sekitar 32.000 ha dibandingkan Oktober-Juli 2017/2018. Begitu pula di Banten luas tanam padi Oktober-Juli 2018/2019 seluas 415.878 ha naik sekitar 1.687 ha dibandingkan Oktober-Juli 2017/2018 sebesar 417.535 ha.

“Upaya penambahan luas tanam terus didorong terutama di lahan yang masih ada sumber airnya,” tegasnya.

rp

LEAVE A REPLY