Indonesia Jadi Produsen di ASEAN, PT PAL Bangun 3 Kapal Selam

0
394
PT PAL Bangun 3 Kapal Selam.
PT PAL Bangun 3 Kapal Selam.

SURABAYA, Nawacita – PT PAL, Surabaya, bekerjasama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan, segera membangun tiga unit kapal selam baru tipe 209.

Pembangunan batch kedua ini merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan 12 kapal selam sesuai dengan minimum essential force (MEF).

“Pada 12 April itu sudah signing di Pindad, Bandung, Jawa Barat. Ini nilainya 1,2 miliar dollar Amerika Serikat (AS), untuk tiga kapal. Ini besar sekali. Pembiayaannya melalui pinjaman luar negeri dan sampai sekarang masih berproses di Kementerian Keuangan (Kemenkeu),” ujar Direktur Keuangan PT PAL, Irianto Sunardi, saat menerima kunjungan wartawan Kemhan, Rabu (3/6/2019).

Irianto menjelaskan, syarat agar kontrak pembangunan kapal selam ini berjalan adalah dengan ditandatanganinya pinjaman tersebut. Diakuinya, pemberian pinjaman sebesar 1,2 miliar dollar AS, atau setara Rp16 triliun memang tidak mudah walaupun peminjamannya dilakukan secara bertahap sesuai dengan progres.
Baca Juga: Unkris Buka Dua Prodi TI ,Antisipasi Revolusi Industri 4.0

“Harapannya sebelum akhir tahun ini sudah efektif karena DSME sudah siap begitu juga dengan kami PT PAL, juga sudah siap dengan segala perjanjiannya. Jadi perjanjian seksi mana saja yang dibikin di sini dulu dan mana yang dibuat di sana, sampai kapal selam yang keenam full dibuat di sini,” katanya.

Irianto mengaku, seluruh perjanjian antara kedua belah pihak sudah siap tinggal menunggu keputusan dari Kemenkeu. “Perjanjian sudah rapih tinggal nunggu ketok palu Kemenkeu setuju pinjaman itu diberikan,” ucapnya.

Saat ini, kata Irianto, pihak yang telah siap mendanai proyek tersebut adalah Korean Exim Bank. Berdasarkan catatan Bappenas, bank tersebut masuk dalam kategori Lembaga Penjamin Kredit Ekspor (LPKE) atau Export Credit Agency (ECA). Namun, Kemenkeu masih melihat pemberian pinjaman oleh bank tersebut pada pembuatan kapal selam batch pertama masih mahal.

“Kemenkeu melihat Indonesia saat ini tingkat investasinya bagus sehingga harapannya lebih murah dari penawaran tiga kapal selam yang batch pertama. Nah ini yang belum ketemu. Kalau itu sudah efektif, Insya Alloh kita bisa mulai akhir tahun ini,” tegasnya.

Dalam pembuatan tiga kapal selam pada batch kedua ini, ada peningkatan-peningkatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia. “Pengalaman pada Kapal Selam Ardadedali dan Nagapasa, ada keluhan-keluhan. Nah itu diperbaiki pada versi batch kedua ini. Secara umum tipenya sama tapi banyak perbaikan baik persenjataan maupun kenyamanan lainnya,” kata dia.
Baca Juga: Inilah Alutsista Canggih TNI Dalam Menjaga Kedaulatan NKRI
Seperti diketahui, Indonesia telah menerima tiga kapal selam dari hasil kerja sama dengan Korea Selatan. Dua kapal selam yang dibuat di Korea yakni Nagapasa 403 dan Ardadedali 404 yang saat sudah beroperasi. Sedangkan, satu kapal selam Alugoro 405 saat ini dalam proses uji ketahanan di utara Pulau Bali.

“Kita cari laut yang dalam untuk sea trial. Diuji coba berbagai macam diperbaiki lagi sampai waktunya kita serahkan pada 2020 mendatang,” katanya.

Irianto menambahkan kemampuan PT PAL dalam membangun kapal selam membuat Indonesia menjadi negara satu-satunya negara di Asia Tenggara yang bisa membangun kapal selam.

GM Naval Technology PT PAL Laksamana Pertama Drajat Hidayat menambahkan, pembuatan kapal selam ke 4,5 dan 6 pada batch kedua akan disesuaikan dengan kebutuhan TNI AL
Baca Juga: Industri Maritim Indonesia Harus Lebih Efisien Dan Inovatif

“Iya disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan asasi kita seperti sekarang di pasang black shark, mungkin nanti ada torpedo yang lebih canggih, jangkauannya lebih jauh, baterai lebih kuat nanti bisa dipasang di situ,” ucapnya.

Karo Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Totok Sugiharto mengatakan, Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara pertama yang bisa membuat kapal selam.

“Pada 10 hingga 20 tahun ke depan, salah satu direktur di Korsel menyatakan Indonesia akan menjadi negara maritim terkuat di Asia Tenggara mungkin di dunia karena bisa membuat kapal selam sendiri,” tegasnya.

Menurut Totok, industri pertahanan yang dinahkodai oleh PT PAL dinilai mampu membuat alutsista khususnya untuk Angkatan Laut (AL) sesuai dengan amanat UU No 16 Tahun 2012. “Saya berharap PT PAL bisa berkembang, lebih hebat, lebih canggih dan disegani oleh negara-negara di Asia Tenggara bahkan dunia,” katanya.

sdnws.

LEAVE A REPLY