Hadir di Peringatan Harganas, Wagub Emil Ajak Masyarakat Miliki “Huma” dalam Rumah

0
267

Mojokerto, Nawacita – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengajak kepada seluruh masyarakat Jatim untuk memiliki “huma” di dalam rumah. Tujuannya tidak lain agar kehidupan keluarga masyarakat Jatim semakin harmonis, tenang dan betah di rumah.

“Huma adalah rasa kekeluargaan, kenyamanan, kebersamaan, dan ketenangan yang terjalin dengan baik diantara sesama anggota keluarga,” kata Wagub Emil saat menghadiri Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI Tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Mojokerto Tahun 2019 di GOR Gajah Mada Mojosari, Kab. Mojokerto, Minggu (30/6) malam.

Wagub Emil mengatakan, istilah huma ini ia dapatkan dari Cak Nun. Menurutnya dalam bahasa Inggris, huma adalah home, dan home itu berbeda dengan house. Artinya, banyak orang yang memiliki rumah, tapi belum tentu terdapat huma didalamnya. Karena itu, membangun huma di dalam rumah merupakan salah satu prioritas yang harus dilakukan di era sekarang.

“Jadi, istilahnya house is not a home. Artinya, meskipun orang sudah punya rumah, tapi rasanya tidak mau pulang ke rumahnya, karena tidak merasa punya huma, atau keluarga di rumahnya tersebut,” katanya.

Untuk membangun huma, lanjut orang nomor dua di Jatim ini, bisa diawali dengan hal sederhana, yaitu komunikasi. Salah satu contohnya, melakukan gerakan makan bersama di rumah, seusai makan, dilanjutkan dengan saling berkomunikasi antar sesama anggota keluarga. Masing-masing bercerita kesibukannya di hari itu, atau cerita lainnya.

“Atau, jika terbiasa makan di luar, misalnya ke warung, maka ajaklah istri dan anak, pemiliki warung juga pasti senang, karena yang biasanya datang sendiri, sekarang datangnya rame-rame,” kata Wagub Emil yang hadir bersama istri, Arumi Bachsin, serta putrinya, Lakeisha Ariestia Dardak.

Meskipun terlihat gampang, imbuh Wagub Emil, namun membangun komunikasi dalam lingkup keluarga memiliki tantangan yang besar di era sekarang. Tantangan itu berupa gadget alias smartphone. Lalu tantangan berikutnya adalah meluangkan waktu. Sebab masing-masing anggota keluarga memiliki kesibukan dan rutinitas sendiri-sendiri.

“Hari ini, kadang-kadang kita lebih sibuk dengan gadget, dibandingkan berkomunikasi dengan anggota keluarga,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau agar persoalaan tersebut tidak disepelekan. Sebab sudah banyak kasus anak-anak yang merasa ditelantarkan karena orang tuanya terlalu sibuk bersama gadgetnya.

Sementara Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi pun menyoroti perubahan pola komunikasi dan interaksi anggota keluarga. Apalagi di tengah pesatnya dunia teknologi informasi khususnya media sosial di era sekarang. Dirinya berharap agar para orang tua dapat memperhatikan persoalan tersebut. Karena kesibukan orang tua yang sama-sama bekerja dapat melemahkan ketahanan sebuah keluarga.

“Penguatan ketahanan keluarga bisa dilakukan dengan empat konsep. Yakni keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya serta keluarga peduli dan berbagi. Keluarga adalah wahana pertama dan utama. Dari sinilah karakter anak terbentuk, jadi keluarga harus diutamakan,” katanya.

Disisi lain, Emha Ainun Najib yang akrab disapa Cak Nun menyampaikan pandangannya soal keluarga yakni seputar tema Harganas, yakni “Hari Keluarga, Hari Kita Semua”, serta “Cinta Keluarga, Cinta Terencana.”

“Kunci berkeluarga itu sejatinya adalah mengerti hati istri, mengerti hati suami, dan mengerti hati anak. Artinya masing-masing anggota keluarga mesti pandai membaca isi hati seluruh anggota keluarga,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan ini, pimpinan OPD di lingkup Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto, Ketua BKKBN Jatim, Forkopimda Mojokerto, perwakilan generasi berencana, serta para wartawan dari berbagai media.

Hms/dny

LEAVE A REPLY