Ajang Festival Budaya Dunia Indonesia Diwakili Dara Asal Ngawi

0
735
Cinta Safa Salsabila Putri Haris, dara asal Ngawi mewakili Indonesia di International festival of Language and Culture di Amerika.
Cinta Safa Salsabila Putri Haris, dara asal Ngawi mewakili Indonesia di International festival of Language and Culture di Amerika.

TANGERANG SELATAN, Nawacita – Dara asal Ngawi mewakili Indonesia di International festival of Language and Culture di Amerika. Festival yang diikuti pelajar dari 160 negara ini memiliki misi duta perdamaian dunia bagi pelajar yang diundang di festival ini.

Kepala Humas Eduversal Azka Dermawan mengatakan, IFLC merupakan satu rangkaian festival bahasa dan budaya yang telah diselenggarakan selama 17 tahun di berbagai negara dan diikuti oleh 160 negara dengan lebih dari 2000 pelajar sebagai peserta. Dia menjelaskan, keikutsertaan Indonesia merupakan suatu undangan eksklusif karena IFLC menganggap Indonesia memiliki budaya yang unik untuk dipertunjukkan ke dunia.
Baca Juga: Festival Ramadhan Jadi Ajang Silaturahmi Budaya Lokal dan Seni
“IFLC adalah festival dunia yang mempertunjukan keunikan masing-masing negara. Sementara pelajar yang mengikutinya akan menjadi duta kedamaian dunia,” katanya saat ditemui di kawasan Tangerang Selatan kemarin.

Azka mengatakan, tahun ini Indonesia diwakili oleh siswi kelahiran Ngawi yang saat ini bersekolah di SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta bernama Cinta Safa Salsabila Putri Haris. Cinta, katanya, sebelumnya telah pihaknya seleksi dari puluhan pelajar. Cinta berhasil memukau para hadirin di festival dunia tersebut dengan membawakan lagu Zamrud Khatulistiwa karya Guruh Soekarno Putra.
Baca Juga: Arumi Emil Dardak Apresiasi Festival Ramadhan 2019 di Lumajang
Dia menjelaskan, IFLC telah digelar selama tiga minggu dan Cinta menyanyikan lagu tersebut di tiga kota yakni di New York, Washington dan Toronto. “Dalam kesempatan ini Cinta mengenal teman-teman baru serta memperluaskan wawasan dan budaya. Cinta juga menjadi duta perdamaian dunia sebagai perwakilan Indonesia bersama dengan teman-teman dari berbagai negara secara beragam,” jelasnya.

Sementara Cinta sangat bersyukur bisa mengikuti festival tersebut karena bisa memperkenalkan budaya Indonesia ditingkat Internasional. Tidak hanya itu, katanya, pelajar berusia 16 tahun ini pun bisa mengenal budaya dan bahasa dari negara lain secara langsung. Dari situ pula dia belajar untuk bertoleransi dalam menanggapi perbedaan dari seluruh dunia.

sdnws.

LEAVE A REPLY