Pertengahan April Kemegahan Jembatan Holtekamp Papua hingga Gaji PNS Cair

0
500
Jembatan Holtekamp merupakan jembatan dengan tipe pelengkung baja terpanjang di Papua.
Jembatan Holtekamp merupakan jembatan dengan tipe pelengkung baja terpanjang di Papua.

JAKARTA, Nawacita – Papua tak lama lagi akan punya jembatan pelengkung pertama buatan PT PAL (Persero). Jembatan di pinggir pantai Holtekamp ini terletak di atas Teluk Youtefa dan direncanakan beroperasi Juli 2019.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui ada beberapa Kementerian/Lembaga dan Pemerintah daerah yang belum mencairkan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya gaji yang dicairkan masih sama dengan sebelumnya.

Di sisi lain, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memanggil manajemen AirAsia dan agen penjualan tiket Traveloka serta Tiket.com terkait hilangnya penjualan tiket dari kedua agen online itu, Berikut berita selengkapnya:

Megah dan Gagahnya Jembatan Holtekamp Papua

Papua tak lama lagi akan punya jembatan pelengkung pertama buatan PT PAL (Persero). Jembatan di pinggir pantai Holtekamp ini terletak di atas Teluk Youtefa dan direncanakan beroperasi Juli 2019.

Setelah mendapat kesempatan untuk melihat langsung proyek yang dikerjakan oleh konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PTPP, Hutama Karya dan Nindya Karya.

Jembatan ini juga terdiri dari dua bentang utama dengan pelengkung baja. Masing-masing panjang bentang utama 150 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton.

Di tengah teriknya matahari di Timur Indonesia, Jembatan Holtekamp nampak keindahannya. Ditambah birunya langit, hijaunya air teluk dan merahnya Jembatan Holtekamp.

Dua bentang utama dengan pelengkung baja dengan panjang masing-masing 150 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton sudah terpasang dengan kokoh.

Jembatan ini memiliki panjang 1.328 meter dan akan menghubungkan Distrik Muara Tami menuju Distrik Hamadi.

Terlihat untuk jalan pendekat sudah 100% selesai. Pengerjaan seperti tulangan struktur hingga pengecoran beton sudah dilakukan.

Selain itu, borpile, pilecap, kolom, slab, median atau dinding jalan dan jembatan sudah terbangun. Barrier, pedestrian, pengadaan girder, pengaspalan, railink, lampu PJU, expansion join dan marka jalan juga sudah ada.

Secara keseluruhan untuk pengerjaan jembatan dan jalan pendekatnya sudah 100%. Hanya saja, jembatan masih belum bisa digunakan, sebab jalan akses menuju Skouw sepanjang 7 km masih dalam tahap pengaspalan.

Selain itu, pengerjaan frontage sisi engros dan sisi laut baru mencapai 75% meliputi pekerjaan gorong-gorong, timbunan, PJU, pengaspalan dan marka jalan.

Jembatan Holtekamp memiliki beberapa manfaat di antaranya sebagai solusi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura. Kemudian, mempersingkat waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan PLBN Skouw.

Jembatan ini juga sebagai sarana pendukung Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang diselenggarakan di Papua. Dan yang pasti Jembatan yang diusulkan namanya menjadi Youtefa menjadi landmark atau ikon baru Papua.

Pembiayaan jembatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, sementara Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jalan pendekat dari arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura.

Total keseluruhan biaya pembangunan mencapai Rp1,8 triliun, dengan rincian bentang utama panjangnya 433 meter status selesai (biaya pembangunan Rp946 miliar).

Jalan akses jembatan Holtekamp 9.590 progres 74,49% (Rp237 miliar). Jalan pendekat sisi. Holtekam 600 meter status selesai (Rp246 miliar).

Jembatan pendekat sisi Holtekamp 270 meter status selesai (Rp269 miliar). Jembatan pendekat sisi Holtekamp 30 meter progres 85,9% (Rp155 miliar). Jalan pendekat sisi Hamadi 320 meter progres selesai (Rp35 miliar).

Tenang, Kenaikan Gaji PNS Cair Pertengahan April

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui ada beberapa Kementerian/Lembaga dan Pemerintah daerah yang belum mencairkan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya gaji yang dicairkan masih sama dengan sebelumnya.

Meskipun begitu, Sri Mulyani memastikan jika sebelum pertengahan bulan ini, kenaikan gaji PNS sudah bisa dicairkan sepenuhnya. Termasuk kenaikan sejak Januari 2019.

Seperti diketahui, pemerintah sendiri memastikan kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah bisa dicairkan pada April 20119. Kenaikan gaji PNS tersebut dihitung sejak kenaikan gaji Januari 2019 (dirapel).

“Nanti dibayarkan sebelum pertengahan bulan ini,” ujarnya saat ditemui di SCBD, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Menurut Sri Mulyani, belum cairnya beberapa instansi ini karena pengajuan rapel gajinya mepet dengan awal April, sehingga beberapa instansi belum sempat melakukan revisi gaji pegawainya.

Alhasil, beberapa instansi masih menganggarkan gaji pegawai yang belum berubah. Padahal seharusnya gaji pegawai uang dicantumkan dan diserahkan itu merupakan gaji yang angkanya sudah naik sejak Januari.

“Karena rapelnya memang hampir mendekati 1 april, sehingga mereka belum sempat merevisi,” ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Sri Mulyani, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab menurutnya, pemerintah sudah mengalokasikan sejak awal tahun kenaikan gaji PNS ini.

“Namun sekarang K/L mulai menyiapkan dokumen Dipa untuk pembayaran rapel bulan April ini yaitu dari kenaikan dari Januari, Februari, Maret, April,” katanya.

KPPU Panggil Manajemen AirAsia, Minta Penjelasan soal Harga Tiket

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memanggil manajemen AirAsia dan agen penjualan tiket Traveloka serta Tiket.com terkait hilangnya penjualan tiket dari kedua agen online itu.

“Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak manajemen AirAsia dan juga dari penyedia jasa penjualan tiket,” ujar Komisioner KPPU, Guntur Syahputra Saragih dilansir dari Harian Neraca, Jumat (5/4/2019).

Ia mengatakan, semua keterangan dari manajemen AirAsia nantinya akan ditanyakan ulang kepada penyedia jasa penjualan tiket, di antaranya Traveloka dan Tiket.com. Saragih menyatakan, hilangnya kanal penjualan tiket dalam jaringan (daring/online) Traveloka dan Tiket.com itu sempat memunculkan wacana tidak sedap seperti persaingan usaha yang tidak sehat.

Ia menyatakan permasalahan tersebut sudah terlalu lama berlarut-larut dan pihak manajemen AirAsia terus bermain melalui media sosial sehingga pihaknya kemudian melakukan langkah inisiatif untuk melakukan penyelidikan.”Ini bukan laporan tetapi langkah inisiatif kami. Permasalahan ini terus bergilir di media sosial dan kami berinisiatif untuk memberikan keadilan kepada semuanya,” kata dia.

Sebelumnya, ia mengatakan permasalahan yang dihadapi AirAsia, berdasarkan pengakuannya di media massa maupun media sosial, jika kanal atau saluran penjualan tiket secara dalam jaringan di perusahaan agen perjalanan tiba-tiba dihapus atau dihilangkan.

Menurut dia, dugaan intervensi kompetitor kepada agen perjalanan daring (OTA), seperti Traveloka dan Tiket.com terkait menghilangnya AirAsia dari kanal penjualan, itu perlu dibuktikan.”Memang beberapa pekan ini lagi hangat-hangatnya mengenai AirAsia ini yang hilang dari kanal Traveloka dan Tiket.com. Makanya, jika memang pengakuannya ada intervensi dan itu bentuk persaingan usaha tidak sehat, maka laporkan,” jelas dia.

Saragih menyatakan, mereka akan mengkaji dan meneliti dugaan pelanggaran itu, yakni persaingan usaha tidak sehat. Ia memastikan akan menangani kasus persaingan usaha tidak sehat ini secara profesional dan memberikan rasa keadilan jika indikasi seperti yang diwacanakan itu terbukti adanya.

“Amanat UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha harus ditegakkan agar usaha yang dijalankan tidak ada yang dirugikan,” kata dia.

Menurut dia, maskapai AirAsia Indonesia mengindikasikan adanya intervensi oleh kompetitor kepada agen perjalanan daring (OTA), seperti Traveloka dan Tiket.com terkait menghilangnya AirAsia dari kanal penjualan itu.

“Kami melihat adanya indikasi, adanya perintah yang memberikan tekanan kepada OTA,” kata Direktur Niaga AirAsia, Rifai Taberi, di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Ia mengetahui kejadian itu sejak Minggu lalu karena banyaknya pelanggan yang menanyakan terkait menghilangnya AirAsia dari dua OTA terbesar, yakni Traveloka dan Tiket.com.”Yang aneh kok secara tiba-tiba dan satu per satu tidak menjual, karena selama ini biasa saja, kita sudah klarifikasi karena kita mitra dengan para OTA, mereka secara formal menjawab ada masalah teknis,” kata dia.

Ia menuturkan, dari sistem AirAsia sendiri tidak ada masalah teknis dan di kanal OTA lain juga masih dijual, seperti Nusatrip. Ia menilai sangat memungkinkan mitra maskapai menekan OTA, terutama dengan pangsa pasar paling besar.

“Kalau itu tergantung dari pangsa pasar, pangsa pasar kita dari OTA cuma dua sampai tiga%. Secara hubungan kerja sama memang sebagai agency, OTA berhak untuk menjual tiket maskapai,” ujar dia.

oknws.

LEAVE A REPLY