Gubernur Khofifah Ingin Perancis Bantu Penguatan Sekolah Kejuruan Fashion

0
333

Surabaya,nawacita -Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menginginkan Pemerintah Prancis membantu penguatan sekolah kejuruan khususnya di bidang fashion. Hal ini penting dilakukan agara lulusan sekolah kejuruan fashion bisa langsung diterima oleh perusahaan garment.

“Bagi masyarkat dunia identifikasi Prancis seringkali identik dengan fashion, oleh
sebab itu kami ingin mendapat pengetahuan terkait perkembangan fashionnya,” tukas
Khofifah sapaan lekat Gubernur Jatim saat menerima audiensi Wakil Duta Besar Prancis

Charles Henri Brosseau di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis(21/03).
Gubernur Khofifah mengharapkan, guru-guru di Jatim bisa ditraining khususnya di
bidang fashion dan perhotelan oleh tutor profesional dari Prancis, sehingga guru-guru itu
bisa memiliki kemampuan desain yang kreatif dan imajinatif. “Di jatim ada produksi tenun
ATBM, dan variannya mulai dari batik hingga bordir. Hal ini harus terus diupdate agar
mereka bisa berinovasi lebih,” ujarnya.

Selain di bidang sekolah kejuruan, Gubernur Khofifah juga meminta bantuan
kepada Pemerintah Prancis terkait pengelolaan museum. Menurutnya, Prancis telah
berhasil menjadikan museum menjadi tempat pembelajaran dan daya tarik wisata
tersendiri.

“Di Prancis orang sampe mau indent tiket berbulan-bulan untuk bisa berkunjung
ke sebuah museum. Ini membuktikan bahwa museum telah menjadi magnet luar biasa
bagi masyrakat Prancis bahkan dunia,” ungkap Gubernur perempuan pertama di Jatim
ini sembari mengimbuhkan bahwa ilmu manajemen dan promosinya harusnya juga bisa
diterapkan di Indonesia terutama Jatim.

Di akhir pertemuan, Gubernur Khofifah berharap hubungan bilateral antara
Indonesia khususnya Jatim dengan Prancis akan semakin baik. Hal itu juga ditunjang
dengan makin banyaknya investasi yang dilakukan Prancis di Jatim. “Saya berharap
investasi Prancis banyak dilakukan di Jatim di segala bidang, antara lain di sektor
industri, pendidikan hingga transportasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Prancis Charles Henri Brosseau menyambut
tawaran yang disampaikan Gubernur Khofifah. Bahkan, pihaknya akan mendatangkan
expertise sesuai yang dibutuhkan oleh Jatim. Namun demikian, nantinya kerjasama akan
dilakukan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan yang ada. “Di bidang fashion
misalnya kami akan menghadirkan tenaga ahli, dan dalam implementasinya produknya
bisa saling dikolaborasikan,” jelasnya.

Charles menambahkan, kerjasama-kerjasama lainnya akan ditawarkan lebih
detail baik di bidang pendidikan maupun ekonomi dengan mempertimbangkan potensi
Jatim yang luar biasa. Bahkan, di bidang pendidikan Pemerintah Prancis tidak memberi
batasan kuota bagi mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah di Prancis. “Semoga
hubungan Prancis dan Indonesia utamanya Jatim bisa terus kita tingkatkan, dan makin
banyak kerjasama yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim,” ujarnya.

Turut mendampingi pada kegiatan ini, antara lain Wagub Jatim Emil Elestianto
Dardak, perwakilan Kedubes Prancis di Indonesia, serta beberapa kepala OPD di
lingkup Pemprov Jatim.

(hms/dny)

LEAVE A REPLY