Catatan Sejarah 12 Maret: Soeharto Jadi Pejabat Presiden Hingga Pertempuran Jawa Berakhir

0
245
Soeharto Jadi Pejabat Presiden.
Soeharto Jadi Pejabat Presiden.

JAKARTA, Nawacita – Ada banyak peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 12 Maret, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Di antaranya adalah diangkatnya Letjen Soeharto sebagai pejabat presiden RI yang kemudian menjadikannya presiden definitif dan berkuasa hingga tiga dekade.

Berikut beberapa peristiwa yang terjadi pada 12 Maret seperti dikutip dari Wikipedia.org:

12 Maret 1930.

Mahatma Gandhi alias Mohandas Karamchand Gandhi memimpin barisan sepanjang 200 mil untuk meluapkan aspirasinya terhadap pemerintahan kolonial Inggris, pada 12 Maret 1930. Gerakan yang dikenal sebagai Mars Garam untuk memprotes monopoli garam oleh Inggris.

Mahatma Gandhi adalah tokoh spiritual dan politikus yang terlibat dalam gerakan kemerdekaan India. Ia terkenal dengan gerakan tanpa kekerasan.

Gandhi dari India menginspirasi dunia dengan ajaran anti-kekerasan, menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan kemerdekaan.

12 Maret 1942.

Perang antara tentara Jepang dengan pasukan sekutu di Jawa berakhir. Pertikaian yang dikenal dengan pertempuran Jawa itu berakhir setelah komandan sekutu menandatangani pernyataan menyerah kepada Jepang di Bandung, pada 12 Maret 1942.

Pertempuran merupakan bagian dari Perang Dunia II. Pada 28 Februari 1942, serdadu dari Kekaisaran Jepang menyerang pasukan sekutu di Jawa.

12 Maret 1967

Soeharto yang berpangkat letnan jenderal diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh MPR Sementara. Setahun kemudian, pada 27 Maret 1968, dia resmi disahkan sebagai Presiden, mengambil alih kekuasaan Soekarno.

Soeharto langsung menunjuk 20 persen anggota MPR. Melalui Partai Golkar, dia menguasai parlemen dan pemerintahan. Sebagai bekas panglima angkatan bersenjata, Soeharto mengendalikan militer dan diduga turut menjadikannya sebagai alat kekuasaan.

Alhasil, Soeharto mampu berkuasa hingga 32 tahun dengan jargon Orde Baru.

Kekuasaan Soeharto akhirnya tumbang di tangan rakyat. Dia mengundurkan diri dari Presiden pada 12 Mei 1998 dan digantikan BJ Habibie, setelah terjadinya demo besar-besaran dan berdarah yang digerakkan mahasiswa dan aktivis.

Beberapa aktivis diculik karena mengritisi kekuasaan Soeharto, sebagian di antaranya tak diketahui nasibnya sampai sekarang.

Demo menuntut Soeharto mundur karena dianggap memimpin Indonesia dengan otoriter, menumpuk utang negara, menyuburkan korupsi, kolusi dan nepotisme serta terjadinya banyak pelanggaran HAM.

Bukan hanya mundur, rakyat saat itu juga menuntut Soeharto dan kroni-kroninya diadili. Namun, upaya tersebut gagal dilakukan hingga Soeharto meninggal dunia 27 Januari 2008 karena kesehatannya terus memburuk.

oknws.

LEAVE A REPLY