Catatan Sejarah 8 Maret: Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines Hingga Gedung DPR/MPR Resmi Dibangun

0
251
PBB Meresmikan Setiap 8 Maret Diperingati Sebagai Hari Perempuan Internasional.
PBB Meresmikan Setiap 8 Maret Diperingati Sebagai Hari Perempuan Internasional.

JAKARTA, Nawacita – Beragam peristiwa pernah terjadi di belahan dunia pada tanggal 8 Maret. Sejumlah momen yang terjadi pada 8 Maret, tersebut bahkan tercatat sebagai peristiwa tak terlupakan yang mendunia.

Redaksi coba merangkum beberapa momen menarik yang terjadi tepat pada 8 Maret‎. Beberapa momen tersebut bisa menjadi sejarah ataupun juga kenangan pahit bagi sebagian orang. Berikut ulasannya

1917 – Hari Perempuan Internasional ‎

‎Revolusi Rusia menjadi cikal bakal ditetapkannya Hari Perempuan Internasional. Hari Perempuan Internasional awalnya diselenggarakan pada 28 Februari 1909 oleh Partai Sosialis Amerika Serikat. Namun, pada 8 Maret 1917 terjadi aksi demonstrasi besar-besaran oleh kaum perempuan di Petrograd yang berdampak pada Revolusi Rusia.

Sejak saat itulah, Hari Perempuan Internasional dijadikan hari libur nasional di Soviet Rusia. Hari Perempuan tersebut juga diperingati‎ secara luas di negara komunis maupun sosialis. Kemudian, pada 1977, PBB meresmikan setiap 8 Maret diperingati sebagai hari perempuan internasional.

1965 – Gedung DPR/MPR Resmi Dibangun

Pada 8 Maret 1965, Gedung DPR/MPR resmi dibangun di tengah Kota Jakarta. Gedung DPR/MPR sendiri berfungsi sebagai ajang berkantornya para anggota MPR, DPD, maupun DPR. Gedung wakil rakyat tersebut rampung dikerjakan pada 1 Februari 1983.

Gedung yang berada di Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut memiliki ukuran 80.000 m2. Didesain oleh Soejoedi Wirjotmodjo‎. Gedung tersebut berdiri di atas lahan wakaf bekas lembaga pendidikan Islam, Madrasah Islamiyah.

2014 – Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines secara Misterius

Pesawat Malaysia Airlines penerbangan 370 yang mengangkut ‎12 awak kabin dan 227 penumpang dari 15 negara hilang misterius pada 8 Maret 2014. Pesawat rute Kuala Lumpur – Beijing tersebut hilang kontak setelah satu jam lepas landas dari Bandar Udara Kuala Lumpur.

Hingga saat ini, Pesawat Malaysia Airlines penerbangan 370 beserta 237 orang didalamnya belum di ketemukan. Upaya penyelamatan dan pencarian korban terbesar sepanjang sejarah kecelakaan telah dilakukan, berbagai analisis serta investigasi juga sudah diupayakan. Namun, semua upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Beberapa laporan menyebut bahwa bangkai pesawat tersebut berada di Samudra Hindia‎. Hingga pada akhirnya, pihak Malaysia Airlines mengirimkan pesan singkat kepada keluarga penumpang menyatakan bahwa penerbangan tersebut hilang dan tidak ada korban selamat.

Adapun, penumpang terbanyak dalam pesawat tersebut berasal dari Tiongkok sejumlah 152. Kedua, penumpang terbanyak berasal dari Malaysia, 50 orang. Sementara itu, ada 7 Warga Negara Indonesia (WNI) yang juga menjadi penumpang dalam penerbangan itu.

oknws.

LEAVE A REPLY