Kebebasan Beragama Dan Kepercayaan di Negara Tirai Bambu Di Jamin UUD

0
268
Konjen RRT Gu Jingqi saat memberikan keterangan

SURABAYA, Nawacita.co – Tiongkok atau istilahnya negara tirai Bambu merupakan negara multisuku dan mulliagama. Hak-hak kebebasan beragama dan kepercayaan warga negara Tiongkok dijamin Undang-undang Dasar. Pemerintah Tiongkok, berdasarkan peraturan dan perundang-undangun, memberikan perlindungan kepada setiap warga negaranya, termasuk Muslim suku Uighur di Xinjiang untuk menjalankan kebebasan beragama dan kepercayaan. Hal tersebut disampaikan Konjen RRT Gu Jingqi dalam perss conference di kantor PWNU Jatim Surabaya, Kamis (27/12/2018) siang.

Gu Jingqi menjelaskan, suku Uighur ada 10 suku di Xinjiang yang mayoritasnya menganut agama Islam, dengan jumlah penduduk sekitar l4 juta. Ada 24,4 ribu masjid di wilayah Xinjiang, atau sekitar 70% dari jumlah total masjid di seluruh Tiongkok, jumlah masjid per kapita berada di jajaran terdepan di dunia. Jumlah ulama ada 29 ribu orang, sekitar 51% dari jumlah total di seluruh negara, jelasnya.

Di Xijiang lanjut dia, ada 103 ormas agama Islam, mengambil porsi 92 persen dari seluruh ormas agama di Xinjiang. Didirikan Tiongkok dan Indonesia merupakan tetangga baik, teman baik dan mitra baik. Kita selalu saling mendukung dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan besar masing-masing.

“Kami yakin bahwa jika telah diketahui keadaan nyata Xinjiang, teman-teman Indonesia akan lebih memahami dan mendukung tindakan yang diambil pemerintah Tiongkok untuk memerangi terorisme dan ekstremisme, menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat di Xinjiang.” ungkap Gu Jingqi.

Dalam beberapa tahun ini, Kedutaan Besar Tiongkok terus-menerus menulis artikel di media Indonesia untuk memperkenalkan keadaan Xinjiang, mengundang tokoh-tokoh agama dan jurnalis Indonesia untuk berkunjung ke Xinjiang dan provinsi-provinsi yang lain.

Seperti apa yang mereka lihat, penduduk Xinjiang dari berbagai suku dan muslim lain di Tiongkok sedang hidup dan bekerja dengan bahagia.

“Kami menyambut lebih banyak teman-teman Indonesia mengunjungi, melihat dan mengenal Tiongkok yang nyata.”
Terorisme dan ekstremisme adalah musuh manusia. Dengan menyerap pengalaman komunitas internasional dalam melawan terorisme, kami orang Tiongkok telah mangambil serangkaian langkah deradikalisasi, pungkasnya.

( Dny)

LEAVE A REPLY