Sesmenpora Diperiksa Jadi Saksi Mafia Pengaturan Skor

0
266
gatot-dewa-broto
gatot-dewa-broto

Jakarta Nawacita – Polisi memeriksa Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga(Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, terkait kasus dugaan pengaturan skor sepak bola Indonesia. Dia diperiksa sebagai saksi.

“Ya (datang ke Dittipikor), masalah pengaturan skor. Sudah (sampai di lokasi pemeriksaan),” kata Gatot saat dikonfirmasi, Rabu (26/12/2018).

Gatot diperiksa di kantor Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Belum diketahui apa saja yang didalami dari Gatot.

Polri sebelumnya membentuk Satgas Antimafia Bola yang merupakan inisiatif Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Satgas ini dipimpin Karo Provost Divpropam Polri Brigjen Hendro Pandowo dan Karomisinter Divhubunter Polri Brigjen Krishna Murti.

Bareskrim Polri melalui Dittipikor sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait masalah ini sebelum dibentuknya Satgas Antimafia Bola. Saksi yang telah diperiksa adalah Badan Olahraga Profesional (BOPI) Richard Sam Bera, Sekjen BOPI Andreas Marbun dan Manajer Mandura FC Januar Herwanto pada Jumat (21/12). Sementara itu Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, Dirut PT Liga Indonesia Baru Berlington Siahaan yang yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada hari yang sama, tidak hadir.

Satgas Antimafia Bola pun menyatakan telah menerima laporan soal permintaan duit untuk mengatur skor pertandingan. Ada juga laporan soal permintaan uang agar salah satu tim bisa naik dari Liga 3 ke Liga 2.

“Pertama, kegiatan sepakbola U-16 wanita, dia mengeluarkan biaya akomodasi Rp 400 juta. Kedua, pemenangan sepakbola di tingkat provinsi, yang bersangkutan juga diminta Rp 175 juta agar dia bisa menjadi juara di tingkat provinsi. Ketiga, dia diminta Rp 50 juta, dia dijanjikan akan timnya itu di Liga 3 untuk naik peringkat ke Liga 2, itu laporannya ya,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya yang juga menjadi Ketua Tim Media Satgas Mafia Bola Kombes Argo Yuwono, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (22/12).

dtk

LEAVE A REPLY