Mendag: Kolaborasi Penjualan Daring dan Luring Hadapi Era Digital

0
353

Surabaya,Nawacita.co – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa di era ekonomi digital yang berlangsung cepat,kolaborasi metode penjualan dalam jaringan (daring/online) dan penjualan luar jaringan(luring/offline) mutlak diperlukan. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Jatim Fair2018, hari ini,Selasa (9/10) di Grand City Surabaya, JawaTimur.

“Ekonomi digital dan modernisasi tidak bisa dihentikan, dialihkan,atau  dibatasi.Untukitu,diperlukan kolaborasi atau perpaduan antara metode digital dan non digital.Kolaborasi tersebut sudah mulai terjadi dan dapat kita lihat,”jelasMendag.

Menurut Mendag,penjualan luring yang dipadukan dengan daring dapat meningkatkan penjualan.”Jika hanya dilakukan secara luring,maka penjualan malahakan menurun. Kunci utama untuk bertahan adalah bisa menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang sedang terjadi diseluruh dunia,”tandasnya.

Contoh pergeseran yang tengah terjadi saat ini, adalah perubahan fungsi pusat perbelanjaan menjadi tempat hiburan dan tempat berkumpul.Demikian juga dengan cara penjualan yang mengarah kepada penjualan daring yang lebih mudah dan nyaman bagi konsumen.

Untuk memperkuat perdagangan di dalam negeri dan menghadapi situasi ekonomi global,pemerintah dan pelaku usaha,termasuk usaha kecil menengah (UKM)harus bekerjasama.

“Mari kita tumbuh bersama UKM untuk bisa berjaya didalam negeri dan bersiap untuk ‘go international’.Jangan sampai produk luar yang masuk ke Indonesia,tetapi produk kita tidak dapat menembus pasar dimancanegara,”kata Mendag

Mendag juga mengingatkan terbukanya peluang ekspor yang lebih besar akibat perang dagang antara AmerikaSerikat(AS) dan China.”Kita harus dapat memanfaatkan peluang ekspor komoditas yang terbuka akibatperang dagang AS-China,”imbuhnya.

Jatim Fair merupakan ajang tahunan yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi JawaTimur yang ke-73.Pada penyelenggaraan tahun2017,Jatim Fair dikunjungi oleh lebih dari 210.900 orang dengan nilai transaksi perdagangan sebesar Rp54,3miliar (secara tunai dan order).

Melalui penyelenggaraan Jatim Fair,dapat terjadi pertukaran tidak hanya produk unggulan, tetapi juga informasi yang berpotensi memperluas jaringan pasar ditingkat domestik dan meningkatkan daya saing bagi produk dipasar global

“Diharapkan penyelenggaraan Jawa Timur Fair2018 dapat memberikan manfaat kepada rakyat JawaTimur,menambah kemakmuran bagi pelaku usaha,serta meningkatkan daya saing produk asal provinsi JawaTimur,”ujarMendag.

Sedangkan untuk pelaku usaha,diharapkan dari pelaksanaan Jatim Fair terjadi pertukaran, tidak hanya produk unggulan,tetapi juga informasi yang berpotensi memperluas jaringan pasar ditingkat domestik sehingga hal tersebut menjadi pembelajaran bagi pelaku UKM untuk meningkatkan daya saing usahanya masing-masing.

Jawa Timur mempunyai kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia. Nilai Produk Domestik Regional Bruto pada tahun 2017 mencapai Rp1.482 triliun atau tumbuh5,45 persen diatas pertumbuhan nasional yang sebesar5,07persen.

Pertumbuhan JawaTimur pada tahun2017 tersebut,30,40 persen ditunjang oleh sektor industri dan 20,90 persen ditunjang oleh sektor perdagangan.

Berdasarkan data BPS,dari seluruh ekspor Indonesia yang mencapai USD164,8miliar, Jawa Timu rmemberikan kontribusi sebesar11,90 persen atau sebesar USD19,6miliar. Nilai ekspor Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017 merupakan terbesar ke-2 setelah provinsi DKIJakarta.

Produk – produk asal Jawa Timur yang telah mencapai mancanegara antara lain perhiasan (batu dan logam mulia),tembaga,udang,serta minyak kelapa sawit.

TinjauPameranPanganNusa

Pada acara tersebut,Mendag juga meninjau Pameran Pangan Nusa yang berlangsung pada 9―12 Oktober 2018.”Pameran Pangan Nusa diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Jatim Fair 2018 diarea kuliner dan pangan nusantara,”jelas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti.

Area kuliner dan pangan nusantara ini menghadirkan 41stan pangan dan/atau kuliner siap saji dari29 provinsi diseluruh Indonesia.Para peserta sebelumnya sudah dikurasi oleh dinas yang membidangi perdagangan diprovinsi masing-masing bersama Pemerintah Pusat.

“Area kuliner dan pangan nusantara tidak hanya menyediakan kuliner dan pangan yang dapat dinikmati langsung oleh pengunjung/konsumen,tetapi juga memberikan edukasi dan informasi mengenai pangan yang sehat dan bergizi sehingga sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,”pungkasTjahya.

LEAVE A REPLY