Moeldoko Minta Tak Usah Ribut Masalah Impor Beras, Kita Masih Butuh

0
636
Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan

Nawacita – Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan menegaskan, Indonesia masih memerlukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menjaga kestabilan harga beras. Selama ini, perlu tidaknya kegiatan impor beras, selalu disesuaikan dengan ketersediaan kondisi riil di Perum Bulog.

Kondisi riil itu, kata dia, bisa dihitung dari jumlah panen. Apabila hasil panen cenderung menurun, maka kegiatan impor beras sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Sudah terjadi perubahan pola. Kalau dulu ada panen raya, sehingga kalau dibuat kurva tergambar naik turun. Sekarang kurvanya relatif sama karena karena hampir setiap bulan selalu panen,” ujarnya.

Terkait perdebatan antara Budi Waseso Direktur Utama Bulog dan Enggartiasto Lukita Menteri Perdagangan, Moeldoko berpendapat bahwa kebijakan impor beras tidak usah lagi diributkan. Baginya, masing-masing pihak mempunyai kepentingan terkait impor beras.

“Contohnya saya sebagai ketua di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Oke tidak impor. Lalu kalau meningkat? Siapa yang teriak? Dilema ya. Di sisi lain, kalau impor beras tidak dilakukan dan harganya tinggi, hanya mementingkan petani, ada masyarakat besar yang tidak bisa membeli beras,” kata Moeldoko di Surabaya, Kamis (20/9/2018).

Lebih lanjut, harga beras sangat berpengaruh pada garis kemiskinan. Apabila harga beras meningkat, maka garis kemiskinan pun juga akan naik. Menurutnya, secara umum, impor perlu dilakukan supaya stok nasional dan harga beras selalu terjaga.

“Di sinilah peran pemerintah harus menjaga keseimbangan. Karena kalau harga beras melambung angka kemiskinan di Indonesia bisa menjadi bertambah,” pungkasnya.

ssby

LEAVE A REPLY